Dinda ,,,,,,!!!! Cepet dong,,,!!! Teriak ka Farid pada adik
semata wayangnya. Setiap hari mereka selalau aja kelai. Tapi walaupun mereka
sering kelahi sebenernya meraka saling menyayangi.
Dinda jalan dengan santainya menuju mobil. Mereka berdua segera
masuk mobil yang akan di kendaraioleh farid. Mereka sekolah di sekolahan yang
sama. Sekolahan mereka terletak dipusat
kota, sebuah sekolah suasta yang sangat megah. Sekolah yang menjadi impian para
anak remaja.
Farid mengendarai mobilnya dengan santai. Mereka menyusuri kota
Jakarta di pagi hari. Selalu ramai dengan penduduk yang bekerja tiada lelah.
Kota Jakarta adalah kota yang tak pernah tidur. Gaya magnet kota Jakarta
begitukuat, apalagi bagi orang desa yang tak berpendidikan. Mereka nekat mengadukan
nasibnya hanya untuk mencari sesuap nasi dikota metropolitan ini. Walaupun pada
akhirnya mereka hanya akan menjadi sampah di kota yg begitu kejam ini. Kota
Jakarta adalah yg sangat kejam. Tapi tak sedik pula orang yang berhasil dikota
metropolitan ini. Terlepas dari itu, Jakarta adalah kota yang sangat indah,
kota yang penuh dengan persaingan hidup yang sangat menentukan apakah orang itu
sukses atau malah lebih terpuruk.
Sesampainya di sekolah dinda langsung pergi ke kantin. Ya
seperti biasa teman-temannya low pagi kaya gini selalu nongkrong di kantin.
Dipagi haripun kantin selalu ramai. Ada anak-anak yg lgi ngisi perut dengan
nasi atau kue, ada pula yang Cuma menuh-menuhin kantin dengan ngegosip di
kantin.
“ Vit,,, Apakabar nih???” teriak dinda sahabat terdekat dinda.
“ pakabar-pakabar, kaya lama ga ketemu aja” kata vita sambil
menyeruput the hangatnya. Dinda segera gabung dengan geng gosinnya.
“ yakan bagigue lama vit” jawab dinda sambil cengar-cengir.
“ iya,,,iya, kata ngga dianggep tuh” kata lisa sambil ngelirik
ke bela. Tapi bela malah enak menikmati nasi gorengnya. Maklumlah bela paling
suka makan diantara mereka berempat.
Bel masukpun berbunyi anak-anak SMU Harapan Bangsa segera
memasuki kelas masinng-masing. Termasuk diantaranya dinda and the geng.
“ Din nanti kelas kita ada tanding basket sama kelas 2.3” kata
Vita.
“ Iya, mang knapa vit???” Tanya dinda sambil menyiapkan buku
pelajarnya.
“ kita nonton yuk. Kan ada riki ketua tim basket 2.3” kata vita
menggoda dinda, karena vita tau dari dulu dinda udah naksir sama riki.
Dinda hanya mengangguk sambil tersenyum. Terlihat dinda
menyetujui pendapat vita.
Tak lama kemudian pak eka memasuki kelas sambil mengucapkan
salam pada anak-anak. Pagi ini pak eka terlihat lebih rapih dari biasanya. Pak
eka segera memberikan tugas pada anak-anak.
“ ohya anak-anak bapak hari ini ngga bisa ngajar seperti
biasanya, bapak ada acara. Bapak harap kalian jangan gaduh” kata pak eka
setelah selesai memberikan tugas. Dengan wajah ceria merika mengiyakan perintah
pak eka. Mereka begitu senang begitu pak eka keluar.
Bel pulangpun berbunyi. Dengan wajah cerah anak-anak
menghambur keluar kelas. Ya maklumlah setelah seharian merika belajar dengan
buku-buku dan guru-guru yang kadang-kadang ngga bisa diajak pecanda.
Dinda dan k etiga sahabatnya segera menuju lapangan basket.
Kelas dinda akan bertanding dengan kelas 2.3. dan disana ada Riki cowo yang di
sukanya dari kelas satu. Dinda hanya focus pada satu orang yaitu Riki, cowo bernoner punggung 3. Riki
bertubuh atlets dan berisi. Postur tubuh yangn sangat di idolakan cewe-cewe.
Riki juga banyak menjadi perhatian cewe-cewe SMU Harapan Bangsa.
Ditengah keramaian Dion tiba-tiba mendekatidinda.
“eh din, kelas lo
tanding ya???” Tanya dion.
“iya, entar low kelas gue menang bakal tanding ma kelas lo
kan???. Tumben lo nyamperin gue???”
Tanya dinda heran, tumben cowo super cuek ini nyamperin dia. Dion juga ga kalah
jeren disbanding riki, mereka sama-sama
ABAS.
“ YE,,,ga boleh ya,,,???” kata dion cemberut.
“ bukannya gitu, heran aja sama lo. Ya tumben-tumben lo negur gue. Biasanya kan lo jutek banget.
Jawab dinda lagi sambil ketawa.
“ perasaan lo ja kali
din. Lagian sebenernya dari dulu gue pengin deket sama lo, tapi gue ga pede.
Kata dian.
“ ya galah yon, anak-anak yang lain jg bilang gitu ko. Dion ga
pede, sejak kapan,,,??? Kata dinda sambil memukul lengan dion. Dion hanya ketwa denger kata-kata
dinda tadi. Dia bingung harus ngomong apa lagi kalau dah dekat ma dinda. Ngga
seperti biasanya dia selalu aja tenang kalau deket sma cewe-cewe.
“ ko ga percaya sih,,?? Yaudah deh loe gitu gue mau kekantin
dulu, mau beli minum dulu haus. Lo mau jg???” Tanya dion .
“ ga usah yon, gue ga haus ko” Kata dinda lagi.
“ ya udah deh luw gitu. Gue duluan ya” kata dion sambil meninggalkan
dinda.
Dinda mengalihkan
pandangannya ke lapangan dia melihat Riki duduk sendiri di pinggir lapangan. Tak
lama kemudian riki menghampiri dinda.
“ din kelasmu masih ketinggalan angka nih” kata riki setelah
dekat dengan dinda.
“ tenang ja ki, masih ada rudi ko. Gue yakin kelas gue bakalan
menang ngelawan kelas lo. Dia berusaha menjawab sebisanya, dia ngga mau sampai
riki mengakhiri pembicarannya.
“ kayanya lo lagi deket sama dion ya,,??” Tanya riki.
“ ngga ko. Gue aja heran tumben-tumben dion negur gue. Kata
dinda seadanya.
Tiba-tiba terdengar
suara peluit tanda break telah usai, riki segera memasuki lapangan.
“ main dulu ya din” kata riki sambil berlari menuju lapangn.
Dinda hanya bisa
menganggukan kepala. Dia hanya bingung tak tau harus berbuat apa. Dia begitu
senang bisa ngobrol sama riki walau hanya sebentar. Ga tau kenapa dia jadi mati
gaya kalau deket sama riki. Padahal low sama cowo-cowe lain dia ga kaya gitu.
“ cie,,,cie,ada yang baru ketiban durian nieh. Kata vita sama
teman-temannya. Dinda hanya tersipu malu.
“iya nih ada yang baru di datengin cowo-cowo keren nih” kata
bela tak mau kalah.
“ apalagi ada cowo idamannya juga, pasti nanti malam ga bisa
tidur nih” kata lisa yang membuat dinda
tersipu malu.
Sore ini tak seperti
biasanya. Dinda jam segini masih di kamar. Dia mengenang kejadian tadi siang.
Dion cowo yang super cuek and jutek nyamperin dia dan bilang kalau dari dulu
dah pengin deket sama dinda. Sebenernya dion ngga kalah ganteng and keren sama
riki tapi sayangnya dion terkenal sombong and jutek. Tiba-tiba dinda teringat
kala tadi siang dia bisa ngobrol sama riki. Riki adalah cowo idolanya semenjak
pertama dia masuk sekolah. Hari ini emang hari keberuntungannya. Dinda berharap
hari-hari berikutnya dia bisa lebih deket sama riki.
Ohya ada yang belum kalian tau. Dinda itu
terkenal super jutek sama cowo-cowo yang ada di sekolahnya. Dinda itu cewe
cantik yang menjadi idaman cowo-cowo di sekolahnya. Tapi sayangnya cowo-cowo di
sana pada takut ngedeketin dinda karena dinda selalu dalam pengawasan kakaknya
farid. Dia jadi terkenang masa dia baru
masuk SMUHarapan Bangsa. Waktu itu dinda
masih enak ngobrol sama teman-temannya.tiba-tiba ada cowo jangkung ngedeketin
dia.
“ cewe, boleh kenalan kah???” kata cowo jangkung itu sambil mengulurkan
tanganntya.
Dinda yang waktu itu
masih baru menjabat cowo jangkung itu yang ternyata bernama irvan.
“ dinda” kata dinda. Yang membuat dinda sebel tangan dinda ngga
di lepa-lepas sama irvan. Dinda berusaha melepas tangan irvan, tapi apalah daya
dinda tak mampu melepaskan tangan irvan, karena sebeldinda nyolot. “ yang sopan
dong, bisa ngga sih lo ngelepasin tangan gue” irvan bukannya ngelepasin tangan
dinda dia malah mempererat pegangannya. Dan terjadi tarik menarik antara dinda
dan irvan.
“ cantik-cantik ko kasar sih” kata irvan dengan senyum
nakalnya.
Tiba-tiba farid datang
dan langsung menghajar irvan sepuasnya tanpa ampun. Irvan berusaha melawan
varid tapi farid tak memberikan kesempatan kepada irvan.
“ udah ka” kata dinda menarik tangan farid. Sebenernya farid
tak mau melepaskan irvan tapi dia ngga mau buat masalah tambah besar.
“ ingatya sekali lagi gue liat lo dekat-dekat sama adek gue, lo
ga akan selamat” kata varid mengancam irvan sambil meninggalkan irvan yang
sedang kesakitan.
Semenjak itu ngga ada
satupun cowo yang berani ngedekatin dinda. Baru tadi siang ada cowo yang berani
negur dia setelah satu tahun lebih. Terlebih dia adakah cowo yang di sukanya
selama ini. Tiba-tiba terdengar suara pintu di ketuk. “ din” kata suara dari
luar, suara yang sangat dinda kenal suara itu pasti suara bunda.
“ ya bun, masuk ngga di kunci ko” jawab dinda yang sepet kaget
denger pintu di ketuk.
“ ko tumben di kamar terus sayang” kata bunda yang ngerasa dari
tadi dinda di kamar terus.
“ ngga papa bun, kecapean aja tadi kan pulangnya aga terlambat gara-gara nonton
kelas dinda main basket” kata dinda menjelaskan keada bunda. Bunda begitu
sayang sama kedua anaknya. Perubahan sekecil apapun pada anaknya pasti bunda tau.
“ lagi jatuh cinta ya???” kata bunda meledek dinda.
“ apa sih bunda ini” kata dinda masih tersipu malu. Bunda hanya
tyersenyum melihat anak gadisnya yang tersenyum malu.
Seperti malam-malam
biasanya keluarga PRATAMA makan malam di ruang tamu. Ayah, bunda dan ka farid
sudah siap di meja makan. Tinggal nunggu dinda. Tak lama kemudian dinda turun
dari kamarnya.
“ dasar anak cewe ribet betul” kata ka farid yang melihat dinda
turun dari tangga.
“ apaan sih kaka ini???”kata dinda.
“ ye kaka tau pasti kamu lagi jatuh cinta ya???” kata ka farid
menggoda adek semata wayangnya.
“ tadi sore bunda sekarang kaka. Apaan sih siapa yang lagi
jatuh cinta” Kata dinda sambil membuka
piringnya.
“ sudah-sudah makan dulu kata ayah yang paling ngga suka kalau
ada keributan di meja makan. Keluarga PRATAMA adalah keluarga kolongmerat.
Keluarga yang sangat harmonis. Keluarga mereka diajari saling menyayangi dan
saling melindungi terutama terhada saudara sendiri. Walau dinda dan farid
sering kelahi tapi sebenernya mereka saling menyayangi.
Hari ini dinda masuk
sekolh seoerti biasanya. Dia berjalan dengan sahabat-sahabatnya menuju kantin
tempat faforit mereka kalau lagi istirahat. Dinda dan teman-temannya memesan
bakso dan es jeruk. Mereka duduk di tempat paling ujung.
“ boleh gabung” kata riki yang masih berdiri di samping dinda.
“ iya, boleh” kata dinda singkat.
“ ohya din, lo adeknya farid ya???” Tanya riki.
“ ea, emang kenapa???”
“ ga Cuma Tanya aja”
“ ohya selamatya kemarin
tim lo menang” kata dinda lagi.
“ iya makasih ya din. Berhubung kemarin kelas gue menang gue
mau tlaktir kalian, mau ngga???”
Bela yang lagi
menikmati baksonya langsung tersedak.
“ sabar bel” kata vita sambil ketawa melihat temannya yang satu
ini. Kalau masalah makanan bela nomer satu apalagi gratisan.
“ minum duku bel !!!” kata
riki yang ikut ketawa.
Bela segera meminum es
jeruknya. “ beneran rik lo mau nlaktir kita???” Tanya bela memastikan. Dia
masih ngga percaya sama pendengarannya.
“ ia bener gue mau nlaktir kalian. Tapi kayanya ada satu orang
yg ngga gue tlaktir takut duit gue kurang” jawab riki menggoda bela.
‘ ea emang tuh rik, low lo nlaktir bela bisa-bisa bangkrut . lo
tau sendiri kan porsinya bela” kata lisa yang ngga mau kalah ngegoda bela. Bela
yang emang super rakus langsung
cemberut.
“ ngga ko bel gue becanda” kata riki lagi. Mereka berlima
saling bercanda ria. Ternyata riki selain cool abis dia juga gokil abis. Dia
mampu membuat dinda and the geng ketawa. Emangsih baru kemarin dinda dekaet
sama riki tapi sekarang dia ngerasa kalau dah deket.
“ ohya duluan ya, gue ada janji sama anak-anak basket” kata
riki setelah menyelesaikan makannya.
“ ya rik, sering-sering aja lo menang main basket biar kita
sering makan gratis” kata bela yang masih mengunyah bakso.
Riki hanya ketawa. Dia
segera meninnggalkan geng dinda. Dia menuju ke kasir kantin dan membayar semua
makanan yang di makannya dan yang di makan teman-teman dinda.
“ gila ternyata riki baik and gokil abisya. Kata vita setelah
melihat riki pergi.
“ ea ya gue kira riki tuh orangnya ngebosenin, tapi t ernyata
seru juga ya low ngobrol sama riki. Kata lisa menambahkan.
“ baru tau ya kalian” kata dinda yang ga kalah semangat di
banding lisa dan dinda.
Bel pulang pun
berbunyi. Dengan wajah cerah anak-anak smu harapan bangsa keluar dari kelas
masing-masing. Termasuk di antaranya dinda dan kawan-kawan. Mereka seperti
biasa ngumpul di taman depan sekolah. Mereka nunggu jemputan masing-masing.
Satu persatu teman-tema dinda meninggalkan sekolah. Hari ini ka farid pulang
aga telat dia ada urusan sebentar, jadi dinda harus nunggu ka farid. Sebenernya
sih dinda males nunggu ka farid tapi kan yang bawa mobil ka farid jadi dia
harus nunggu.
“ eh din ko sendirian aja” kata riki membuyarkan lamunan dinda.
“ ea nih, lagi nunggu ka farid” jawab dinda.
“oooww,boleh gue temanin”
“ boleh-boleh” kata dinda yang seneng banget waktu itu. Dia
sudah berusaha menahan rasa senangnya itu tapi kayanya masih kelihatan deh.
Dinda ngga bisa ngebayangin mukanya waktu itu. Pasti merah banget.
“tau ngga sih din sebenarnya gue takut banget sama kakak lo”
“ takut kenapa???”
“ ya semenjak kejadian ka irvan di hajar ma kakak lo itu”
“ ko lo tau ???” kata dinda bingung. Dia ngga mau sampai riki
ngga mau deket ma dia lagi .
“ gue ada di sana pas kejadian itu. Kakak lo pinter bela diri
ya din???” tanya riki.
“ ooow, ya lo ga usah takut sama dia, dia sebenernya baik ko.
Ea ka farid dah belajar bela diri
semenjak sd” Kata dinda berusaha meyakinkan riki.
“ YA gue tau ko din, low sebenernya kakak lo berusaha
ngelindungin lo aja dari godaan cowok-cowok iseng and jail” Kata riki sambil
ketawa.
“ bisa aja lo rik ” kata dinda sambil ketawa juga.
“ ya tapi kan bener din.
Gue yakin dia ngelakuin ini semua karena dia sayang sama lo. Low gue jadi ka
farid pasti gue bakalan ngejagain lo ekstra, low punya adek secantik lo din”
Kata riki sambil ketawa.
“ Gaya mu rik” kata dinda tersipu malu.
“ beneran din, siapa coba yang ngga khawatir sama adek secantik
lo” Kata riki lagi yang buat dinda ngga bisa berkata apa-apa. Dia begitu senang
dengan apa yang di katakan riki. Dia berharap cintanya ngga bertepuk sebelah
tangan. Coba kalian liat mukanya dinda
sekarang merah banget tuh kaya kepiting rebus. Jedi tambah ngegemesin aja.
“pulang yuk din” kata ka farid mengagetkan dinda. Tapi dinda
bersyukur ka farid bisa datang tepat waktu.
“ sing ka, kakaknya dinda ya???” tanya riki.
“ ea. Lo temannya dinda ya”
“ ea ka. Kenalin gue riki” kata riki sambil mengulurkan tangan.
“ farid, awasya lo ganggu ade gue” kata farid sambil ketawa.
“ tenang bos gue ngga bakal ganggu putri keong bos ko. Gue
malah bakal ngejagain putri keong ini sampai titik darah penghabisan” kata riki
membalas candaan farid.
“ bisa aja lo rik” kata farid sambil menepuk bahu riki. Dinda
heran ko tumben ka farid dekat sama teman cowonya. Biasanya ka farid bersikap
dingin sama temen-temen cowonya. Ya mudah-mudahan ka farid ngerestuin
hubungannya sama riki. Sebuah permulaan yang bagus batin dinda. Hehehe, dinda
kepedean tuh, kan dia belum tau low riki suka sama dia apa ngga. Ngarep dia.
Hehehe.
Akhirnya farid dan dinda pulang bersama. Mereka nyampai rumah
sekitar jam 16.00 wib. Setelah itu mereka langsung mandi.
TIGA BULAN KEMUDIAN.
Hari ini adalah hari
yanh sangat menegangkan untuk anak-anak smu di seluruh indobesia. Karena hari
ini adalah hari pengumuman. Apakah mereka lulus atau ngga. Termsuk diantaranya
anak-anak smu harapan bangsa. Hari ini ank-anak smu harapan bangsa dikumpulkan
di lapangan. Seperti biasanya mereka diberi pengarahan dan masukan agar para
siswa mampu menerima hasil ujian dengan lapang dada. Dan guru akan tetep
memberi motifasi kepada siswa siswinya yang belum berhasil. Siswa di harapkan
tidak putus asa.
Pa Dewantara selaku kepala sekolah akan memberikan sepatah dua
patah untuk para murid-muridnya.
“ selamat pagi anak-anak” kata pa Dewantara.
“ pagi pak” kata anak-anak dengan suara yang tak bersemangat.
“ ko pada lesu ghini sih, semangatnya mana??? Bapak ulangi
sekali lagi. Selamat pagi anak-ank” kata pa dewantara lantang.
“ pagi pak” jawab anak-anak sedikit lebih bersemangat.
“ sebelumnya bapak ucapkan banyak terimakasih atas partisipasi
dan kerja sama kalian terhadap sekolah kita ini. Bapak bangga atas prestasi
yang kalian berikan terhadap sekolah kita ini. Biarpun kalian bukan anak bapak
tapi bapak sudh menganggap kalian seperti anak bapak sediri. Keberhasilan
kalian adalah keberhasilan kami dan kegagalan kalian adalah kegagalan kami.
Bapak selaku kepala sekolah mewakili guru-guru yang lain minta
maaf atas kesalahn yang telah kami perbuat. Semua yang kami lakukan semata-mata
untuk kebaikan kalian. Kami menginginkan kalian kelak bisa menjadi orang yang
sukses, sukses dunia dan akhirat. Kalian mampu menjadi panutan dan conto bagi
yang lainnya.
Di kesempatan kali ini bapak ucapkan terimakasih kepada
anak-anak yang telah berhasil. Tapi yang belum berhasil kami harap kalian tetap
semangat dan tegar. Karena sesungguhnya kegagalan bukannya akhir dari
semuannya. Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda.
Kami selaku pihak sekolah sudah berusaha memberikan yang
terbaik buat kita semua. Tapi kita hanya bisa berusaha dan tuhan lah yang
menentukan. Walau bapak sedikit kecewa atas hasil kalian kali ini tapi bpk
tetap bangga atas kerjakeras dan kerja sama kalian.
Pa dewantara berhenti sejenak. Anak-anak mulai gelisah. Mereka
tak sabaar menunggu hasil ujian mereka. Mereka teringat kata-kata pa dewantara
tadi bahwa beliau sedikit kecewa dengan hasil tahun ini. Pikiran mereka sudah
ngga karuan. Mereka takut kalau mereka ngga lulus.
“ ya hasil ujin tahun ini menyatakan,,,,”kata pa dewantara
berhenti lagi. Anak-anak tegang semua.
“ 100% lulus. Bapak ucapkan selamt buat
kalian” kata pa dewantara sambil
bertepuk tangan. Kata pa dewantara yang membuat anak-anak kaget. Rasa takut
mereka sirna sudah. Betapa senengnya mereka. Termasuk diantaranya farid dia tak
menyangka kalau dia bisa lulus. Padahal dia kemarin banyak yang ngga bisa.
Farid langsung meninggalkan lapangan dia
mau mencari adik tercintanya. Dia menemukan dinda lagi dikantin bersama ketiga
temannya dan dion.
“ selamat ya ka” kata dinda setelah
melihat farid duduk di sampingnya.
“ ea din” kata farid. “ ohya untuk
merayakan kelulusan gue kalian gue
tlaktir” kata farid pada ketiga sahabat dinda dan dion.
“ beneran nih” kata dinda.
“ bener” kata farid. Belum sempet farid memesankan makanan tiba-tiba hp farid
berbunyi, farid seger mengangkatnya. “ ea kenapa?? Ya gue ke sana sekarang”
“ kenapa ka???” tanya dinda kecewa.
“ kita suruh kekelas. Tapi tenang gue
tetap jadi nelaktir kalian ko” kata farid seakan dia tau perasaan dinda. Farid
segera mengeluarkan uang 3 seratus ribuan da dia segera pergi. Mereka asik menikmati makanan yang sudah
mereka pesan.
Hari ini anak-anak SMU harapan bangsa ngga
belajar seperti biasanya. Mereka semua merayakan kelulusan anak-anak kelas
tiga.
“ din”
teriak riki.
“ eh, lo rik” jawab dinda.
“ tumben sendirian???” tanya riki.
“ ea nih anak-anaknya ngga tau ngilang ke
mana???” jawab dinda.
“ ohya din nanti malam ada acara ngga???”
tanya riki.
“ ngga ada, kenapa???”
“ nonton yuk!!!” ajak riki.
“ ghimana ya, sebenernya tadi dion juga
ngajakin gue nonton tapi gue tolak rik. Kan ngga enak sama dion low gue malah
nonton sama lo rik. Sory ya rik” kata dinda.
“ oow jadi dion tadi ngajak nonton lo
juga.
“ ia. Sory ya rik” kata dinda lagi. Dia meliht
ada nada kecewa dari nada bicara riki.
“ ya sudalah ga papa din. Sebenernya ada
yang mau gue bicarain sama lo” kata riki ragu.
“ ya ngomong aja sekarang” jawab dinda.
“ ngga bisa low di sini” jawab riki.
“ emang mau ngomongin apa sih rik, ko kayanya
serius”
“ ada deh din, gimana low besok malam aja.
Gue mau nunjukin lo suatu tempat yang indah banget. Gue harap lo suka sama
tempatnya”
“ emang tempat apaan rik???” tanya dinda
penasran.
“ ada deh din. Tapi lo bisa ngga besok
malam. Low ngga bisa ngga papa ko din. Gue ngga maksa ko.
Tiba-tiba
dion memanggil dan riki.
“ din, rik” kata dion. Muka riki terlihat
sebel abis.
“ eh lo yon. Dari mana nih???” tanya
dinda.
“ tadi abis latihan sama ank-anaknya. Ohya
besok sore ada lomba basket tim gue sama
anika kartika. Lo bisa ikut ngga???” tanya dion.
“ gimana ya yon. Gue besok ada acara” kata
dinda.
“ ya udah loe gitu din, ngga papa ko”
jawab dion.
“ sory ya yon. Kata dinda.
“
ia ngga papa”
Malam yangbegitu indah, malam yang penuh
dengan kilauan bintang. Dinda duduk santai di balkon rumah dia bingung dengan
keadaan ini. Sejak 3 bulan yang lalu riki dan dion begitu dekat dengannya.
Mereka begitu baik dan perhatian. Maik riki maupun dion mereka sama-sama baik.
Mereka sama-sama keren.dinda bingung kenapa dia harus dihadapkan dengan keadaan
ini. Emangsih selama ini dinda suka sama riki tapi dia juga ngga mau ngebuat
dion kecewa. Dia juga ngerasa sekarang dia semakin dekat sama dion apalagi
semenjak kejadian sebulan yang lalau. Dian menolong bunda. Dia menyelamatkan
bunda dari mobil yang melaju tak punya aturan. Sejak saat itu dion menjadi
lebih dekat sama dia dan keluarganya. Walau dia begitu baik tapi dia ngga bisa
ngebohongi perasaannya. Dia selama ini hanya suka sama riki. Dia merasa lebih
nyaman dan bahagia bila dia dekat sama riki. Riki juga sering main ke rumah
dinda.
Riki dan dion adalah pilihan yang sangat
berat bagi dinda. Dinda kegeeran tuh, padahal riki ma dion belum ada yang
menyatakan cinta sama dia. Maklumlah low dinda kegeeran dia mendapatkan
perhatian yang berlebihan dari kedua cowok keren.
“ din” teriak vita membuyarkan lamunanan
dinda.
“ apaan lo sih vit. Bikin kaget aja. Ketuk
pintu dulu ke” kata dinda sebel dia kaget bukan main.
“ dari tadi gue dah ketuk pintu, coba lo
liat tangan gue sampai merah gini” kata vita sambil menunjukan tanganya sama
dinda. Vita dari tadi dah ngetuk pintu kamar dinda. Tapi ngga ada sautan karena
sebel jadi dia nyelonong masuk aja.
“ sory vita sayang. Cup cup kata dinda
mgeledek vita” vita hanya tersenyum mendengar ocehan sahabatnya.” Ko tumben ke
sini ngga ngasih kabar???”
“ gue lupa ngasih kabar lo din. Rencananya
gue mau nginep di sini din. Bokap ma nyokap goe ada urusan mendadak. Jadi dia
harus ke luar kota” kata vita menjelaskan panjang lebar.
“ oow, jadi lo mau tidur sama gue” kata
dinda sambil berdiri sambil memperagakan seolah-olah dia pelayan hotel.
Vita tertawa terahak-bahak melihat
kelakuan sahabatnya yang satu ini.” Cocok lo din” kata vita sambil menahan
tawanya .
Mereka berdua saling ketawa. Akhirnya
mereka masuk kekamar dinda. Mereka bergegas untuk tidur. Tapi dasar cewek
bukannya tidur malah ngerumpi.
“ ohya din gue perhatiin akhir-akhir ini
lo deket ama riki and dion” kata vita.
“ ya gitu deh vit”
“ lo beruntung banget deh din bisa deket
sama mereka berdua. Cowok-cowok keren, baik, tajir pula. Coba gue jadi lo,
pasti gue pacarin dua-duanya”
“ ye, maruk sih lo vit”
“ kan sayang din low satu aja, emang lo
ngga bingung apa milihnya. Low lo milih dion
nih kan sayang riki. And sebaliknya gitu”
“ tapi kan vit, cinta itu ngga mandang
cakep, keren, tajir atau apalah itu. Cinta itu datangnya dari hati. Jadi cinta
sejati ngga boleh ngehianati atau menyakiti. Cinta itu apa adanya bukan ada
apanya. Ngga kaya lo vit” kata dinda seakan-akan dia pakar cinta.
“ gaya mu din din” jawab dinda lagi.
Akhirnya
dua sejoli itu terlelap.
Seperti yang telah di sepakati oleh dinda
dan riki, malam ini mereka akan berkunjung ke tempat yang telah di rencanakan
oleh riki. Sekitar jam tujuh dinda sudah beradandan rapih. Dinda terlihat lebih
rapih dan dewasa dengan gaun yang di pakainnya.
Ayah, bunda dan ka farid aja sampai kaget
ngeliat penampilan dinda malam ini. Tumben anak gadisnya malam ini berpenampilan
kaya gitu. Ayah ,bunda dan ka farid saling bertatap-tatapan ngelihat penampilan
dinda. Mereka bahagia ngeliat dinda begitu bahagia.
Ngga lama kemudian bel pun berbunyi. Bi
ijah membukakan pintu dan mempersilakan riki masuk. Riki segera masuk. Dan
kedua orng tua dinda serta farid segera masuk
ke ruang tamu. Mereka penasran
siapa sih yang sebenarnya mau jalan sama dinda. Dia mampu membuat dinda menjadi
seperti ini.
“ eh om, tante, ka farid” kata riki
setelah melihat keluarga dinda berada di ruang tamu.
“ oh nak riki” kata ayah dinda.
“ ohya om tante dinda boleh ngajak jalan
dinda ngga???” tanya riki.
“ ea, ngga papa rik. Asal jangan
malam-malam ja pulangnya. Kata bunda.
“ ea tante” jawab riki sopan.
Tiba-tiba dinda turun dari kamarnya. Semua
makhluk hidup yang ada di ruang tamu dinda terpana melihat dinda penampilan
dinda malam ini. Terutama riki dia sampai ngga bisa mengedipkan matanya.
“ yah, bun dinda pergi dulu ya” kata dinda
berpamitan.
“ kamu itu ya din ga pamit sama kakak kamu
apa???” tanya ka farid sambil menarik tangan dinda.
“ ea kakak sayang, dinda pergi dulu ya”
kata dinda sambil ketawa.
Akhirnya mereka pergi ketempat yang emang
bener-bener indah. Dinda ngga bisa menceritakan keindahan tempat itu. Taman
yang berada di tengah danau. Taman yang dikeliling bermacam-macam bunga. Taman
ini dihiasi oleh lilin-lilin listrik yang berbentuk hati dan bertulisan huruf R
love D. setelah duduk riki menyalakan lilin tersebut.
Dinda begitu terpana melihat pemandangan
ini semua. Daan tak menyangka kalau ternyata riki begitu romantis. Semua yang
riki lakukan begitu sempurna.
“ keren Rik “ kata dinda.
Ya ini semua gue siapin buat elo Din. “
kata Riki . dia bingung mau ngomong apa lagi. Maklum biar keren – keren begini
Riki belum pernah punya cewe. Emang sih selama ini baanyak cewe yang menyatakan
cinta sama dia, tapi satu pun nggak ada yang Riki terima .
“ apaan sih lo ini Rik??? “ kata Dinda
bingung. Padahal dia sebenarnya seneng banget.
“ sory yah Din , sebenarnya gue mau
ngomong dari dulu tapi gue gak berani” kata Riki terputus. Dinda hanya diam
seribu bahasa .
“gue sayang sama elo Din, “ kata Riki
lagi.
“ apa ??? “ kata Dinda kaget.
“ iya Din, gue sayang sama lo. Sebenarnya
dari pertama gue liat tuh waktu masih kelas satu dulu, gue dah suka sama lo,
tapi gue takut ngedekati elo semenjak kejadian ka Irvan. Akhirnya gue beraniin
deketin elo tiga bulan yang lalu karena
hati gue sakat saat lo deket sama cowok lain”
“ apa?? Jangan becanda eh lo rik” seru
dinda.
“ gue serius. Pasti lo ngga nyadarya kalau
selama ini gue ngedeketin lo. Ya maklumlah gue emang ga jago ngedeketin cewek.
Jantung dinda berdegup lebih kencang. Apa
ngga salah nih yang gue dennger? Pikirnya. Riki suka sama gue. Cowok yang selama
ini dia suka ternyata suka juga sama dia. Dia bersyukur kalau ternyata cintanya
ngga bertepuk sebelah tangan.
“ terus???” tanya riki.
“ terus apa rik???” tanya dinda pura-pura
bego. Padahal dia udah tau apa maksud riki.
“ terus gimana perasaan mu sama aku???”
tanya riki.
“ aku juga suka sama kamu rik”
Riki tersenyum lebar. Dia begitu bahagia
mendengar jawaban dinda tadi. Dia ngga nyangka kalau ternyata dinda juga suka
sama dia. Dia mendekati dinda dan memeluk dinda.
“ makasih ya din. Aku sayang sama kamu. Aku harap kamu bisa bahagia bila sama aku. Aku
janji akan ngejaga kamu din.
Malam ini adalah malam yang terindah bagi
mereka berdua dimana dua hati saling menyatu. Perasaan ini adalh perasaan yang
baru di rasakan oleh riki. Walau ini bukan yang pertama bagi dinda tapi dinda
juga ngerasa seneng banget.
Dinda dulu pernah punya cowok dia begitu
sayang sama cowoknya itu. Hubungannya udah berjalan selama dua tahun. Tapi
sayang takdir berkata lain hubungan merika harus terpisah. Hubungan mereka harus
dipisahkan oleh maut. Ternyata cowok dinda kecelakaan dan kecelakaan itu
merenggut nyawa cowok dinda. Semenjak kejadian itu sudah dua tahun lebih dinda
belum bisa menerima kehadiran cowok lain.
Dan akhirnya malam ini, malam minggu 17 september 2011 dinda menjalin
sebuah hubungan dengan laki-laki yang dia sayang. Dia berharap hubungan mereka
bisa kekal abadi.
Sore ini riki ke rumah dinda.
“ dari mana sayang, ko tumben sore-sore
gini kesininya???” tanya dinda.
“ dari rumah lah yank. Abisnya hari ini
kan libur. Aku kangen sama kamu sayank. Padahal baru sehari ngga ketemu kamu
yank ko udah kangen banget ya???” kata riki sambil memandang ceweknya.
“ gombal ah rik” kata dinda tersipu malau.
“ bener sayank. Emang kamu ngga kangen apa
ma aku???” tanya riki cemberut.
“ jangan cemberut gitu dunk sayank. Aku
juga kangen sama kamu ko sayank. Yaudah masuk
yank”
Dinda
dan riki segera masuk ke ruang tamau. Dinda segera mengambil dua buah jus dan
memberikannya kepada riki.
“ lagi ngapain nih yank???” tanya riki.
“ lagi beresin kamar. Abisnya kamarnya
berantakan banget”
“ ohya kemarin ulangannya gimana?? Bisa
ngga sayank??” tanya riki.
“ siapa dulu dinda. Bisa dunk kan sayank
yang ngajarin kemarin” kata dinda.
“ ye, siapa dulu gurunya RIKI. Pasti bagus
nilainya” kata riki tak mau kalah.
Riki dan dinda ngobrol cukup lama.
Ngobrolnya asik banget, sampai tawa mereka memenuhi ruangan.
“ wah, ngobrolnya asik banget nih???”
tanya bunda yang tiba-tiba muncul. “ din kuenya di bawa kesini dunk”
“ sore tante, maaf nih tante jadi ganggu”
Bunda tersenyum menandakan bunda ngga
ngerasa terganggu.
Banyak sekali yang mereka bicarakan.
Akhirnya mereka menghela nafas, sepertinya obrolan mereka memerlukan banyak
tenaga. Mereka terlihat begitu bahagia saat bersama.
Pagi-pagi seperti biasa keluarga dinda
sarapan di meja makan. Ruang makan keluarga dinda cukup luas dan nyaman.
Miniatur ruangan itu adalah miniatur japan dan semua barang-barang yang di sana
adalah barang-barang asli japan.
“ seneng banget lo keliatnya din???” tanya
ka farid yang melihat adik semata wayang senyum-senyum sendiri dari tadi.
“ ngga papa ka. Biasa” jawab dinda.
Tiba-tiba bi ijah datang.
“ maaf non, ditunggu sama den riki di
depan” kata bi ijah.
“ ohya
bi. Yah, bun, ka dinda berangkat dulu ya” kata dinda sambil mencium
tangan kedua orang tuanya. Dinda segera ke depan menuju riki. Sudah satu minggu
mereka jadian. Dan udah menjadi rutinitas riki untuk menjemput kekasaih
tercintanya.
Riki sudah siap menjemput dinda di depan
mobil, setelah melihat dinda riki segera membukakan pintu mobilnya.
“ pagi sayank” kata riki sambil membukakan
pintu.
“ pagi juga sayank” riki dan dinda segera
segera masuk mobil.
Riki
menjalankan mobilnya dengan santai.
“ tadi malam tidur jam berapa yank???”
tany riki.
“jam 10 dah tidur ko yank, sayank sediri
tidur jam berapa???” tanya dinda.
“jam 11”
“ malam betul” kata dinda mengerutkan
dahinya.
“ sayank jangan marah ya!!!”
“ kenapa???”
“janji dulu jangan marah”
“ apa dulu???” tanya dinda masih cemberut.
“ janji dulu yank”
“ ea, apa???” tanya dinda penasaran.
“sebenernya tadi malam aku ngga nemenin
mamah. Tadi malam aku sama rizal cari ini buat sayank” kata riki sambil sambil
melihatkan cincin perak. Dia memesan cincin itu satu pasang. Dan di cincin itu ada inisial hruf R love D.
“ kenapa sayang ngga ngomong???” Tanya
dinda.
“ kan sekarang udah ngomong”
“ ko tadi malam bohong sih yank???” kata
dinda ceberut.
“ kan sekarang udah ngomong yank. Sayank
ngga marah kan???” tanya riki sambil memegang tangan dinda.
“ ngga yank. Tapi lain kali sayang low mau
kemana-mana ngomong sama aku. Emang sayang anggap aku apa???” tanta dinda masih
cemberut.
“ sory yank. Kan low ngomong nanti ngga
jadi surprise yank. Hehehe “
Riki
memasangkan cincinnya di tangan dinda sambil membisikan.” Riki sayank dinda”
dinda hanya tersenyum . dia begitu bangga punya pacar kaya riki. Dia begitu
perhatian, romantis dan pengertian.
Bel istirahat pun berbunyi. Dinda langsung
pergi tanpa mempedulikan pandangan heran
dari ketiga sahabatnya. Dia ingin minta penjelasan sama riki. Apa maksud semua
ini. Dengan langkah tergesa-gersa dinda menuju lapangan basket dimana biasanya
riki pada saat jam istirahat.
“ kemana sih riki” gumam dinda. Dia ngersa
capek dari tadi nyari riki ngga ketemu-ketemu. Setelah capek dinda putus asa,
dia segera menuj ke kelas dengan wajah bt.
“ lo itu kenapa sih din???” tanya vita
heran melihat kelakuan sahabatnya yang satu ini.
“ ngga, gue ngga papa ko vit” kata vita.
“
ohya din nie hasil ulangan lo. Tadi baru di kasih sama bu leni” kata
lisa sambil menyodorkan kertas ulangan dinda.
“ oh, bagus ya nilai gue” kata dinda masih
ngga semangat.
Sesaat vita terdiem. Dia memikirkan
sesuatu ada yang aneh sama sahabatnya. Sepertinya ada yang disembunyikan oleh
dinda.
“ lo kenapa sih din??” tanya vita.
“ apa???”
“ seharusnya kan lo seneng dapet nilai 9
di pelajaran metik. Itu suatu keajaiban buat lo din. Tapi ko lo ngga senangsih
keliattannya. Ngga biasanya gitu. Lo ada masalah???”
“ masa sih, lo aja kali yang ngerasa kaya
gitu’
“ bukan Cuma vita din, gue sama bela juga
ngerasa lo ada masalah” kata lisa.
“ masa sih, gue ngga ada masalah ko” kata
dinda.
“
benerloh din kayanya ada sesuatu yang ngga lo ceritain ke kita.
Setidanya dari tadi pagi sampai sekarang lo murung banget dan kebanyakan
melamun saat pelajaran. Ayo donk cerita ke kita, kita kan sahabat lo din” kata
vita.
“ ngga tau deh”
“
ko gitu aja sih ngomongnya. Plis dunk dinda” kata bela.
Dinda
hanya terdiam dengan muka yang sangat sedih.
Vita
menghela nafas kuat-kuat.” Lo kenapa din??”
“ ngga tau vit gue bingung”
“ bingung kenapa???”
“ tadi malam ada cewek nelpon gue, dia
ngaku kalau dia ceweknya riki. Dan dia ngancem gue supaya gue jangan ganggu
riki lagi”
“ tapi kan belum tentu itu ceweknya riki.
Kenapa lo ngga telpon riki, lo tanyakan langsung sama dia???” kata lisa.
“ itu dia, cewek itu nelpon pake nox riki.
Ngga mungkin kan itu orang iseng. Gue yakin itu emang bener ceweknya riki”
“
lo janagn sedih kaya gitu dunk din” kata vita.
“ gue pengin tau dari kalian. Menurut
kalian dia cweknya riki bukan????”
“ kita juga ngga tau din. Din,,, yang
pasti lo ngga boleh sedih kaya gini. Lo harus tetep menjadi dinda yang kita
kenal dulu ceria dan selalu semangat.
“ tapi untuk kali ini gue ngga bisa. Gue
sakit hati benget. Kenapa sih cinta gue selalu aja begini. Di saat gue
bener-bener mencintai seseorang kenapa
dia malah ninggalin gue dan nyakitin gue. Dulu rian inggalin gue selama-lamanya dan sekarang
riki”
Dinda nangis dipelukan sahabatnya. Vita
memeluk sahabatnya dengan perasaan iba. Dia masih ngga percaya sama
pendengarannya. Ngga mungkin riki setega itu.
Ternyata
dari tadi ada sepasang mata yang mendengar pembicaraan mereka.
Dinda, bela dan lisa lagi di kantin
seperti biasanya mereka low jam istirahat .Vita ngga ikut dia lagi ada rapat osis. Mereka lagi
nunggu pesanan mereka. Tiba-tiba hp dinda berdering, dia segera mengangkatnya.
“ kenapa vit??”
“ din, lo harus cepat ke sini”
“ kenapa vit??” tanya dinda santai.
“ riki kelai sama dion. Cepat lo kesini
din”
“ lo di mana sekarang???” tanya dinda
mulai panik.
“ gue ada di belakang perpus. Pokonya lo
harus segera ke sini”
Tanpa
pikir panjang lagi dinda segera menuju belakng perpus. Tapi sayang dinda
terlambat datang riki dan dion sudah adu jotos. Dinda begitu terkejut melihat
riki kena jotosan dion. Dion tak memberi ampun kepada riki. Begitupun riki dia berusaha menghindar dari
dion. Dion pun terkena pukulan maut dari riki. Bibir dion pun mengeluarkan darah.
Mereka seakan-akan petinju yang udah hebat.
“ SETOOOP” teriak dinda.” Apa yang
sebenernya terjadi rik???” tanya dinda ke riki. Riki hanya terdiam.
“
apa yang sebenarnya terjadi yon???” tanya dinda ke dion karena dia ngga
mendapat jawaban dari riki.
“ gue ngga mau aja ada orang yang nyakiyin
lo din. Dan selama lo di jadiin bahan taruhan sama riki. Gue denger sendiri dia ngomong sama irvan”
“ apa itu bener rik???” tanya dinda kepada
riki. Riki hanya terdiam.
“ jawab!!! Kenapa diam??? Apa maksud lo
rik???” tanya dinda sambil menahan tangisnya.
“ gue bisa jelaskan” kata riki. Tapi riki
ngga sempet nerusin omongannya karena dinda keburu pergi.
Riki
segera ngejar dinda.
“ gue bisa ngejelasin ini semua din” kata riki setelh mensejajarkan langkahnya
sama dinda. Dia memegang tangan dinda. Dinda berusaha melepaskan tangan riki.”
Lepas “ teriak dinda.
“ tapi dengerin penjelasan gue dulu
sayang” kata riki yang udah bersujud si hadapan dinda.
“ gue dah tau semua. Gue ngga butuh
penjelasan lo rik. Dan inget jangan pernah panggik gue sayang lagi, gue ngga
sudi lo panggil gue sayang” kata dinda sambil berlari. Hatinya lebih sakit saat
dia mendenger riki selingkuh. Ternyata riki cowok berengsek yang bisanya hanya
mempermainkan wanita. Bayangkan kalau seandainya kalian di jadikan bahan
taruhan.
Hari ini adalah hari yang sangat
menyedihkan bagi dinda. Dia harus menerima kanyataan bahwa riki telah
mempermainkannya. Selama ini riki hanya
berpura-pura mencintainya. Rkik…riki.. kenapa sih kau tega ngelakuin ini semua
ke gue. Gue ngga habis pikir lo setega
itu. Apa maksud semua ini rik. Apa salah
gue rik?? Gue ngga bisa terima ini semua rik. Batin dinda. Dinda masih ngga
habis pikir ternyata ini semua ada sangkut pautnya sama irvan. Dinda maklum sama irvan mungkin irvan masih
dendam sama dia. Terus apa hubungannya sama riki.
“ din” kata suara dari luar. Dinda yakin
itu suara ka farid. Dia hanya diam. Dia malah menarik selimutnya dan pura-pura
tidur. Dia ngga mau sampai ka farid tau semua.
“ din, kakak masuk ya??” kata farid sambil
membuka pintu.” Kakak bawa kue kesukaan mu”
kata ka farid lagi. “ ko tumben sore-sore gini lo tidur din” tanya ka farid heran,
tumben adiknya yang satu ini tidur sore-sore gini. ‘Pasti dinda belum mandi’
batin farid.
“ din bangun, mandi” kata farid. Dinda
hanya membalikan badan.
“ kakak bawa kue kesukaan mu din,
banggun!!!” kata ka farid lagi.
“ ea ka taruh aja. Tar lagi dinda bangun.
Dinda kecapean ka tadi abis ada acara”
kata dinda pelan. Setelah mendengar semua itu ka farid segera keluar
dari kamar dinda. Dinda senang ka farid
percaya atas semua kebohongannya.
Hari-hari yang di alami dinda kini semakin
membosankan. Dinda kini kini tak seceria
dulu lagi. Kini dia lebih banyak murung.
Teman-temannya aja sampai heran, dinda yang biasanya selalu membuat teman-temannya tertawa tapi kini dia tak
mampu membuat dirinya tertawa. Vita,
lisa dan bela sebagi sahabat dekat dinda sangat prihatin dengan kondisi dinda
sekarang. Dinda seperti dulu sewaktu di tinggal
meninggal rian. Hari-harinya penuh dengan kesedihan. Dinda masih ngga
habis pikir kenapa riki bisa tega ngelakuin ini semua. Padahal selama ini riki
begitu baik dan perhatian sama dia tapi kenapa ternyata semua ini hanya
pura-pura. Dan itu semua dia lakukan hanya karena “TARUHAN” emang dinda cewek apaan. Riki pernah bilang
ke lisa kalau semua itu ngga bener dan mau ngejelasin ini semua ke dinda. Tapi
dinda ngga mau ngedenger penjelasan riki sedikitpun, dia takut malah tambah
sakit hati.
“ dinda” panggil bu ratih. Bu ratih dari
tadi memperhatikan dinda ngga kosentrasi sama apa yang sedang di terangkan.
Dinda
masih terdiam.
“ dinda” panggil bu ratih sedikit lebih
lantang. Vita yang sebangku sama dinda segera menyenggol dinda. Dinda yang
sedang melamun kagrt.” Kenapa???” tanya dinda tanpa merasa bersalah.
“ lo di panggil sama bu ratih tuh” kata
vita sambil berbisik-bisik.
“ dinda, kamu dai tadi ibu liat ngga
memperhatikan ibu. Apa yang sedang kamu pikirkan???” tanya bu ratih guru bahasa jepang. Dia begitu
berwibawa dan tegas. Tapi sebenarnya bu ratih baik dan perhatian.
“ saya lagi ngga enak badan bu” kata
dinda.
“ yaudah kalau kaya gitu kamu sekarang
mending istirahat di uks saja” kata bu
ratih sambil mendekati dinda dan memegang dahinya. Dan ternyata panas.
“ biar saya yang nganterin dinda bu” kata
vita sambil berdiri. Bu ratih menganggukan kepala. Vita segera mengatarkan
dinda ke uks. Dia khawatir dengan keadaan dinda.
“ lo kenapa din???” tanya vita cemas.
“ gue ngga papa vit, paling Cuma kurang
istirahat” jawab dinda lirih.
“ gue lihat akhir-akhir ini lo sering
melamun. Gue tau din lo masih ngga terima kenyataan ini. Tapi gue ngga mau
ngeliat lo terus-terusan kaya gini. Gue kangen dinda yang dulu” kata vita
sambil duduk di kursi samping ranjang dinda.
“
gue juga ngga tau vit” kata dinda lagi.
“ din lo harus tunjukan ke riki kalau lo
tetep saja seperti dinda yang dulu. Lo ngga bakalan berubah setelah semua ini
terjadi. Kalau lo terus-terusan begini pasti
riki dan irvan seneng dia ngerasa berhasil’ kata vita menjelaskan. Dinda
hanya terdiam melihat sahabatnya yang satu ini. Emangsih apa yang dikatakan
vita bener tapi dia ngga bisa ngelupain
semua ini begitu saja.” Gue tau din ini
begitu berat bagi lo. Low lo butuh teman curhat, butuh sandaran untuk lo dan
butuh seseorang untuk ngeliat lo netesin
air mata kita, gue, lisa dan bela selalu ada buat lo din. Kita selalu ada buat
lo din dimana aja dan kapan aja lo butuhkan” kata vita sambil memegang tangan
sahabatnya. Dinda hanya terdiam, dia begitu bahagia mempunyai sahabat seperti
mereka. Mereka selalu ada buat dia.
Bel pulang pun berbunyi. Anak-anak smu
harapan bangsa segera keluar dari kelas
masing-masing. Keadaan luar kelas begitu ramai. Termasuk dinda dan vita mereka
berjalan menuju lapangan parkir. Vita mau ngaterin dinda pulang. Dinda nunggu
vita di depan gerbang. Tiba-tiba dinda melihat sosok yang sangat di kenalnya.
Dan sosok itu segera mendekatinya.
“ din, gue mau ngejelasin semua ini sama
lo. Ini semua salah paham din” kata riki. Dinda haya terdiam. Dia ngga peduli
riki mau ngomong apa. Dia udah janji pada dirinya sendiri untuk ngga peduliin
riki lagi. Tiba-tiba riki mendekat ke dinda “ lo sakit din???” tanya riki
khawatir. Dinda hanya terdiam.
“ gue tau lo pasti marah banget sama gue.
Tapi gue ngga mau ngeliat lo kaya gini apalagi sampai lo sakit. Gue harap lo
mau ngedengerin gue. Gue sayang sama lo din. Gue,,,”
“ SETOOO,
rik gue ngga butuh penjelasan lo. Gue ngga papa ko rik. Gue malah mau
ngucapin terimakasih sama lo atas apa yang udah lo lakuin ke gue. Gue juga mau
minta maaf sama lo kalau gue punya salah sama lo rik, gue juga dah maafin lo
rik. Jadi mulai sekarang lo ngga usah ganggu gue lagi” kata dinda.
“ tapi din gue ngga bisa,,,” kata riki
terpotong.
Tit,,,tit,,,tit.
Suara kelakson vita mengagetkan riki.
“ gue pulang dulu” kata dinda menuju mobil vita. Riki hanya
terdiam melihat orang yang begitu disayanginya pergi. Dia begitu sayang sama
dinda. Dia ngga sanggup kalau harus kehilangan dinda.
Dinda duduk termenung di balkon kamarnya. Hari ini tersa sangat
berat dan menegangkan bagi dinda. Dia tak mampu melihat cowok yang begitu dia
sayangi yang kini telah membuat hatinya
terluka. Selama ini apa yang dilakukan riki tak trlihat sebuah sandiwara.
Selama ini apa yang dilakukannya terlihat tulus. Tapi kenapa itu semua hanyalah
tipuan belaka.
“ dinda” panggil bunda
dari dalam kamar. Dinda segera menghapus air matanya. Dia ngga mau kalau sampai
bunda melihatnya menangis. Dia ngga mau bunda khawatir.
“ sayang. Di pangil ko diam aja sih” kata bunda setelah
menemukan dinda di balkon kamarnya.
“ eh bunda. Ngga denger bun”
“ makan dulu nak. Tuh dah di tunggu ayah sama ka farid” ajak
bunda.
“ dinda masih kenyang
bun. Tadi sore dinda habis makan sama anak-anak” jawab dinda bohong. Dia ngga
selera makan. Abisnya setiap dia liat makanan yang terlihat hanyalah senyum
licik riki dan irvan.
“ beneran udah makan???” tanya bunda masih ngga percaya.
Dinda hanya mengangukan kepala.
“ kamu sakit din???” tanya bunda yang melihat anak gadisnya
pucat.
“ ngga ko bun. Paling Cuma kecapean aja. Bunda makan aja dulu
gih kasian ayah sama ka farid nungguin”
Bunda menganggukan kepala. Tapi di sisi lain bunda masih
khawatir sama keadaan dinda. Ngga biasanya dinda selesu ini. Ada yang aneh sama
anak gadisnya. Tapi bunda memaklumi kondisi anaknya. Bunda berharap dinda besok
udah kembali seperti biasanya. Bunda ngga mau kalau sampai terjadi sama
anaknya.
Pagi yang cerah, dinda segera mengangkat tubuhnya dari ranjang
tempatnya tidur. Dia akan segera mandi dan bersiap-siap untuk sekolah. Tapi
kepalanya tak bisa di ajak kompromi, kepalanya begitu pusing dia hampir aja terjatuh
tapi untung saja dia segera memegang tiang rabjangnya dan perlahan-lahan duduk
di kasurnya. ‘ aku harus sekolah’ batin dinda. Dia berusaha untuk berdiri dan
melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Tapi sayang usahanya sia-sia dia hanya
bisa berjalan beberapa langkah dan akhirnya terjatuh.
Bunda yang mau ngebangunin dinda kaget bukan main melihat dinda
pingsan. Bunda teriak histerius sehingga membuat seisi rumah menuju ke kamar
dinda. Ayah tak kalah panik melihat dinda tapi ayah segera mengangkat dinda ke
ranjangnya.
“ yah dinda kenapa???” tanya bundamasih panik.
“ sabar bun, biar ayah telepon dokter heru duru” kata ayah
sambil memencet no dokter pribadi
keluarga mereka.
Bunda masih aja panik ngeliat dinda masih tak sadarkan diri.
Farid hanya terdiam melihat adik semata wayangnya itu. Dia sepertinya sedang
memikirkan sesuatu. Dia merasa akhir-akhir ini dinda sering murung. Apa dia sedang ada masalah.
Ya. Farid yakin pasti dindasedang ada masalah. Dia akan segera mencari tau apa
yang sebenarnya terjadi. Dia ngga mau sampai terjadi apa-apa sama adiknya ini.
Bel masuk pun berbunyi anak-anak smu harapan bangsa segera
memasuki kelas masing-masing. Mereka sibuk menyiapkan buku-buku pelajaranya,
termasuk diantara Vita and the geng .
“ Vit dinda sakit apa sih ???” tanya Lisa sambil mengeluarkan
buku bahasa Perancis.
“ Bilangnya sih tadi Cuma demam “ jawab Vita
“ nanti kita ke rumahnya kan ??” Kata Bela.
Vita dan Lisa menganggukan kepala, mereka prihatin atas keadaan
sahabatnya. Kenapa ini semua bisa terjadi sama Dinda. Kisah cintanya selalu
saja berakhir menyedihkan, cinta pertamanya yang dipisahkan oleh kematian dan
sekarang di saat dia mau membuka hatinya untuk laki-laki lain, dia malah
dijadikan bahan taruhan .
“ lis, kamu kenal Riki dari SMP kan ???” tanya Vita.
“ iya, emang kenapa ???” tanya Lisa
“ menurut elo Riki orangnya gimana ???” tanya Vita lagi.
“ maksud elo Vit ???”
Bersambung,,,,,









0 komentar:
Posting Komentar