Kasih Sayang Seorang Ibu
Aku teringat
saat-saat aku masih kecil dulu saat aku masih tinggal sama ibu. Aku begitu
berani sama ibu, tapi jujur aku sering ngerasa bersalah setiap kali aku melawan
ibu. Aku sadar aku sering bikin ibu kesal, aku begitu menjengkelkan waktu
itu.sering sekali aku aku membentak ibu padahal aku tau itu semua ngga
seharusnya aku lakukan.
Kini setelah aku jauh
dari ibu aku menyadari betapa sayang aku sama ibu. Aku begitu ingin bisa selalu
bersama ibu tapi itu semua ngga mungkin sekarang aku harus rela terpisah jarak
yg begitu jauh dari ibu. Itu semua ku lakukan agar suatu sat nanti aku bisa
membahagiaakan ibu. Aku bisa menjamin semua kebutuhan ibu. Ibu aku rindu
enggkau.
Aku menyesali dengan
apa yg ku perbuat sama ibu selama ini.
Aku sering banget buat dia nangis. Aku juga sering banget bohong sama ibu.
Apakah kita sadar kalu
begitu sering seorang anak menyakiti ibunya. Tanpa kita sadari kita membuat ibu
kita meneteskan air mata. Padahal ibu kita selau mendoakan kita di setiap
doanya. Ibu maafin aku.
Sering kalii seorang
anak membantah, bahkan malu untuk mengakui ibunya.
Bahkan kadang balasan
seperti ini yg kita berikan kepada ibu kita:
Saat kauberumur 14 tahun, dia pulang kerja
ingin memelukmu.
Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.
Saat kau berumur 15 tahun, dia ajari kau
mengemudi mobilnya.Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.
Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.
Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting.
Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.
Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA.
Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.
Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.
Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.
Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, “Dari mana saja seharian ini?”
Sebagai balasannya, kau jawab, “Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!”
Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan. Sebagai balasannya, kau katakan, “Aku tidak ingin seperti Ibu.”
Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi.
Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.
Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu.
Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.
Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan.
Sebagai balasannya, kau mengeluh, “Bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?”
Saat kau berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai pernikahanmu.
Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.
Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan padanya,”Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!”
Saat kau berumur 35 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat. Sebagai balasannya, kau jawab, “Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu.”
Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu.
Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.
Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam.aku sadar sekarang aku belum bisa membuat ibu bahagia tapi aku berjanji suatu saat nanati qw akan berusaha membuat ibu bangga dengan apa yg qw dapatkan.
JIKA BELIAU MASIH ADA, JANGAN LUPA MEMBERIKAN KASIH SAYANGMU LEBIH DARI YANG PERNAH KAU BERIKAN SELAMA INI DAN JIKA BELIAU SUDAH TIADA, INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU.
MOTIVASI
Sesungguhnya alam mengajarkan bahwa kita
tak akan pernah bisa berhenti. Meski kita berdiam diri di situ, bumi tetap
mengajak kita mengelilingi matahari. Maka, bergeraklah, bekerjalah,
berkaryalah. Bekerja bukan sekedar untuk meraih sesuat atau mendapatkan sebuah
materi. Bekerja memberi kebahagiaan diri. Itulah yang diharapkan oleh alam dari
kita.
Kunci
yang tak pernah dibuka lebih mudah serat. Mesin yang tak dinyalakan lebih
gampang berkarat. Buku tak pernah digunakan yang disimpan dalam laci akan
berdebu. Jadi otak kita pun harus terus kita gunakan agar atak kita bisa tajam
dan semakin tajam. Sama seperti pisau yang berkarat apabila kita asah pasti
akan menjadi tajam atau sebaliknya pisau yg tajam apabila kita biarkan terus
pasti pisau menjadi tak berguna.









1 komentar:
ibu itu segalanya buat kita tanpa ibu kita gak akan pernah bisa apa"
Posting Komentar