Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

[

1

Selasa, 06 Maret 2012

Kasih Sayang Seorang Ibu


Kasih Sayang Seorang Ibu

 Aku teringat saat-saat aku masih kecil dulu saat aku masih tinggal sama ibu. Aku begitu berani sama ibu, tapi jujur aku sering ngerasa bersalah setiap kali aku melawan ibu. Aku sadar aku sering bikin ibu kesal, aku begitu menjengkelkan waktu itu.sering sekali aku aku membentak ibu padahal aku tau itu semua ngga seharusnya aku lakukan.

Kini setelah aku jauh dari ibu aku menyadari betapa sayang aku sama ibu. Aku begitu ingin bisa selalu bersama ibu tapi itu semua ngga mungkin sekarang aku harus rela terpisah jarak yg begitu jauh dari ibu. Itu semua ku lakukan agar suatu sat nanti aku bisa membahagiaakan ibu. Aku bisa menjamin semua kebutuhan ibu. Ibu aku rindu enggkau.

Aku menyesali dengan apa yg ku perbuat sama ibu selama  ini. Aku sering banget buat dia nangis. Aku juga sering banget bohong sama ibu.

Apakah kita sadar kalu begitu sering seorang anak menyakiti ibunya. Tanpa kita sadari kita membuat ibu kita meneteskan air mata. Padahal ibu kita selau mendoakan kita di setiap doanya. Ibu maafin aku.

Sering kalii seorang anak membantah, bahkan malu untuk mengakui ibunya.

Bahkan kadang balasan seperti ini yg kita berikan kepada ibu kita:
Saat kauberumur 14 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu.
Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.
Saat kau berumur 15 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya.
Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.

Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting.
Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.

Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA.
Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.

Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.
Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.

Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, “Dari mana saja seharian ini?”
Sebagai balasannya, kau jawab, “Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!”

Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan. Sebagai balasannya, kau katakan, “Aku tidak ingin seperti Ibu.”
Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi.
Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.

Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu.
Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.

Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan.
Sebagai balasannya, kau mengeluh, “Bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?”

Saat kau berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai pernikahanmu.
Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.

Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan padanya,”Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!”
Saat kau berumur 35 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat. Sebagai balasannya, kau jawab, “Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu.”
Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu.
Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.

Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam.aku sadar sekarang aku belum bisa membuat ibu bahagia tapi aku berjanji suatu saat nanati qw akan berusaha membuat ibu bangga dengan apa yg qw dapatkan.
JIKA BELIAU MASIH ADA, JANGAN LUPA MEMBERIKAN KASIH SAYANGMU LEBIH DARI YANG PERNAH KAU BERIKAN SELAMA INI DAN JIKA BELIAU SUDAH TIADA, INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU.



       MOTIVASI

i Sesungguhnya alam mengajarkan bahwa kita tak akan pernah bisa berhenti. Meski kita berdiam diri di situ, bumi tetap mengajak kita mengelilingi matahari. Maka, bergeraklah, bekerjalah, berkaryalah. Bekerja bukan sekedar untuk meraih sesuat atau mendapatkan sebuah materi. Bekerja memberi kebahagiaan diri. Itulah yang diharapkan oleh alam dari kita.
Kunci yang tak pernah dibuka lebih mudah serat. Mesin yang tak dinyalakan lebih gampang berkarat. Buku tak pernah digunakan yang disimpan dalam laci akan berdebu. Jadi otak kita pun harus terus kita gunakan agar atak kita bisa tajam dan semakin tajam. Sama seperti pisau yang berkarat apabila kita asah pasti akan menjadi tajam atau sebaliknya pisau yg tajam apabila kita biarkan terus pasti pisau menjadi tak berguna.


Kamis, 23 Februari 2012

"Cerita SMA"

 Dinda  ,,,,,,!!!!  Cepet dong,,,!!! Teriak ka Farid pada adik semata wayangnya. Setiap hari mereka selalau aja kelai. Tapi walaupun mereka sering kelahi sebenernya meraka saling menyayangi.


      Dinda jalan dengan santainya menuju mobil. Mereka berdua segera masuk mobil yang akan di kendaraioleh farid. Mereka sekolah di sekolahan yang sama. Sekolahan  mereka terletak dipusat kota, sebuah sekolah suasta yang sangat megah. Sekolah yang menjadi impian para anak remaja.
      Farid mengendarai mobilnya dengan santai. Mereka menyusuri kota Jakarta di pagi hari. Selalu ramai dengan penduduk yang bekerja tiada lelah. Kota Jakarta adalah kota yang tak pernah tidur. Gaya magnet kota Jakarta begitukuat, apalagi bagi orang desa yang tak berpendidikan. Mereka nekat mengadukan nasibnya hanya untuk mencari sesuap nasi dikota metropolitan ini. Walaupun pada akhirnya mereka hanya akan menjadi sampah di kota yg begitu kejam ini. Kota Jakarta adalah yg sangat kejam. Tapi tak sedik pula orang yang berhasil dikota metropolitan ini. Terlepas dari itu, Jakarta adalah kota yang sangat indah, kota yang penuh dengan persaingan hidup yang sangat menentukan apakah orang itu sukses atau malah lebih terpuruk.
      Sesampainya di sekolah dinda langsung pergi ke kantin. Ya seperti biasa teman-temannya low pagi kaya gini selalu nongkrong di kantin. Dipagi haripun kantin selalu ramai. Ada anak-anak yg lgi ngisi perut dengan nasi atau kue, ada pula yang Cuma menuh-menuhin kantin dengan ngegosip di kantin.
      “ Vit,,, Apakabar nih???” teriak dinda sahabat terdekat dinda.
      “ pakabar-pakabar, kaya lama ga ketemu aja” kata vita sambil menyeruput the hangatnya. Dinda segera gabung dengan geng gosinnya.
      “ yakan bagigue lama vit” jawab dinda sambil cengar-cengir.
      “ iya,,,iya, kata ngga dianggep tuh” kata lisa sambil ngelirik ke bela. Tapi bela malah enak menikmati nasi gorengnya. Maklumlah bela paling suka makan diantara mereka berempat.

            Bel masukpun berbunyi anak-anak SMU Harapan Bangsa segera memasuki kelas masinng-masing. Termasuk diantaranya dinda and the geng.
      “ Din nanti kelas kita ada tanding basket sama kelas 2.3” kata Vita.
      “ Iya, mang knapa vit???” Tanya dinda sambil menyiapkan buku pelajarnya.
      “ kita nonton yuk. Kan ada riki ketua tim basket 2.3” kata vita menggoda dinda, karena vita tau dari dulu dinda udah naksir sama riki.
      Dinda hanya mengangguk sambil tersenyum. Terlihat dinda menyetujui  pendapat vita.
      Tak lama kemudian pak eka memasuki kelas sambil mengucapkan salam pada anak-anak. Pagi ini pak eka terlihat lebih rapih dari biasanya. Pak eka segera memberikan tugas pada anak-anak.
      “ ohya anak-anak bapak hari ini ngga bisa ngajar seperti biasanya, bapak ada acara. Bapak harap kalian jangan gaduh” kata pak eka setelah selesai memberikan tugas. Dengan wajah ceria merika mengiyakan perintah pak eka. Mereka begitu senang begitu pak eka keluar.

            Bel pulangpun berbunyi. Dengan wajah cerah anak-anak menghambur keluar kelas. Ya maklumlah setelah seharian merika belajar dengan buku-buku dan guru-guru yang kadang-kadang ngga bisa diajak pecanda.
      Dinda dan k etiga sahabatnya segera menuju lapangan basket. Kelas dinda akan bertanding dengan kelas 2.3. dan disana ada Riki cowo yang di sukanya dari kelas satu. Dinda hanya focus pada satu orang  yaitu Riki, cowo bernoner punggung 3. Riki bertubuh atlets dan berisi. Postur tubuh yangn sangat di idolakan cewe-cewe. Riki juga banyak menjadi perhatian cewe-cewe SMU Harapan Bangsa.
      Ditengah keramaian Dion tiba-tiba mendekatidinda.
      “eh  din, kelas lo tanding ya???” Tanya dion.
      “iya, entar low kelas gue menang bakal tanding ma kelas lo kan???. Tumben  lo nyamperin gue???” Tanya dinda heran, tumben cowo super cuek ini nyamperin dia. Dion juga ga kalah jeren disbanding riki, mereka  sama-sama ABAS.
      “ YE,,,ga boleh ya,,,???” kata dion cemberut.
      “ bukannya gitu, heran aja sama lo. Ya tumben-tumben  lo negur gue. Biasanya kan lo jutek banget. Jawab dinda lagi sambil ketawa.
      “  perasaan lo ja kali din. Lagian sebenernya dari dulu gue pengin deket sama lo, tapi gue ga pede. Kata dian.
      “ ya galah yon, anak-anak yang lain jg bilang gitu ko. Dion ga pede, sejak kapan,,,??? Kata dinda sambil memukul  lengan dion. Dion hanya ketwa denger kata-kata dinda tadi. Dia bingung harus ngomong apa lagi kalau dah dekat ma dinda. Ngga seperti biasanya dia selalu aja tenang kalau deket sma cewe-cewe.
      “ ko ga percaya sih,,?? Yaudah deh loe gitu gue mau kekantin dulu, mau beli minum dulu haus. Lo mau jg???” Tanya dion .
      “ ga usah yon, gue ga haus ko” Kata dinda lagi.
      “ ya udah deh luw gitu. Gue duluan ya” kata dion sambil meninggalkan dinda.
Dinda mengalihkan pandangannya ke lapangan dia melihat  Riki duduk sendiri di pinggir lapangan. Tak lama kemudian riki menghampiri dinda.
      “ din kelasmu masih ketinggalan angka nih” kata riki setelah dekat dengan dinda.
      “ tenang ja ki, masih ada rudi ko. Gue yakin kelas gue bakalan menang ngelawan kelas lo. Dia berusaha menjawab sebisanya, dia ngga mau sampai riki mengakhiri pembicarannya.
      “ kayanya lo lagi deket sama dion ya,,??” Tanya riki.
      “ ngga ko. Gue aja heran tumben-tumben dion negur gue. Kata dinda seadanya.
Tiba-tiba terdengar suara peluit tanda break telah usai, riki segera memasuki lapangan.
      “ main dulu ya din” kata riki sambil berlari menuju lapangn.
Dinda hanya bisa menganggukan kepala. Dia hanya bingung tak tau harus berbuat apa. Dia begitu senang bisa ngobrol sama riki walau hanya sebentar. Ga tau kenapa dia jadi mati gaya kalau deket sama riki. Padahal low sama cowo-cowe lain dia ga kaya gitu.
      “ cie,,,cie,ada yang baru ketiban durian nieh. Kata vita sama teman-temannya. Dinda hanya tersipu malu.
      “iya nih ada yang baru di datengin cowo-cowo keren nih” kata bela tak mau kalah.
      “ apalagi ada cowo idamannya juga, pasti nanti malam ga bisa tidur nih”  kata lisa yang membuat dinda tersipu malu.


Sore ini tak seperti biasanya. Dinda jam segini masih di kamar. Dia mengenang kejadian tadi siang. Dion cowo yang super cuek and jutek nyamperin dia dan bilang kalau dari dulu dah pengin deket sama dinda. Sebenernya dion ngga kalah ganteng and keren sama riki tapi sayangnya dion terkenal sombong and jutek. Tiba-tiba dinda teringat kala tadi siang dia bisa ngobrol sama riki. Riki adalah cowo idolanya semenjak pertama dia masuk sekolah. Hari ini emang hari keberuntungannya. Dinda berharap hari-hari berikutnya dia bisa lebih deket sama riki.
 Ohya ada yang belum kalian tau. Dinda itu terkenal super jutek sama cowo-cowo yang ada di sekolahnya. Dinda itu cewe cantik yang menjadi idaman cowo-cowo di sekolahnya. Tapi sayangnya cowo-cowo di sana pada takut ngedeketin dinda karena dinda selalu dalam pengawasan kakaknya farid. Dia jadi terkenang  masa dia baru masuk  SMUHarapan Bangsa. Waktu itu dinda masih enak ngobrol sama teman-temannya.tiba-tiba ada cowo jangkung ngedeketin dia.
      “ cewe, boleh kenalan kah???” kata cowo jangkung itu sambil mengulurkan tanganntya.
Dinda yang waktu itu masih baru menjabat cowo jangkung itu yang ternyata bernama irvan.
      “ dinda” kata dinda. Yang membuat dinda sebel tangan dinda ngga di lepa-lepas sama irvan. Dinda berusaha melepas tangan irvan, tapi apalah daya dinda tak mampu melepaskan tangan irvan, karena sebeldinda nyolot. “ yang sopan dong, bisa ngga sih lo ngelepasin tangan gue” irvan bukannya ngelepasin tangan dinda dia malah mempererat pegangannya. Dan terjadi tarik menarik antara dinda dan irvan.
      “ cantik-cantik ko kasar sih” kata irvan dengan senyum nakalnya.
Tiba-tiba farid datang dan langsung menghajar irvan sepuasnya tanpa ampun. Irvan berusaha melawan varid tapi farid tak memberikan kesempatan kepada irvan.
      “ udah ka” kata dinda menarik tangan farid. Sebenernya farid tak mau melepaskan irvan tapi dia ngga mau buat masalah tambah besar.
      “ ingatya sekali lagi gue liat lo dekat-dekat sama adek gue, lo ga akan selamat” kata varid mengancam irvan sambil meninggalkan irvan yang sedang kesakitan.
Semenjak itu ngga ada satupun cowo yang berani ngedekatin dinda. Baru tadi siang ada cowo yang berani negur dia setelah satu tahun lebih. Terlebih dia adakah cowo yang di sukanya selama ini. Tiba-tiba terdengar suara pintu di ketuk. “ din” kata suara dari luar, suara yang sangat dinda kenal suara itu pasti suara bunda.
      “ ya bun, masuk ngga di kunci ko” jawab dinda yang sepet kaget denger pintu di ketuk.
      “ ko tumben di kamar terus sayang” kata bunda yang ngerasa dari tadi dinda di kamar terus.
      “ ngga papa bun, kecapean aja tadi  kan pulangnya aga terlambat gara-gara nonton kelas dinda main basket” kata dinda menjelaskan keada bunda. Bunda begitu sayang sama kedua anaknya. Perubahan sekecil apapun pada anaknya  pasti bunda tau.
      “ lagi jatuh cinta ya???” kata bunda meledek dinda.
      “ apa sih bunda ini” kata dinda masih tersipu malu. Bunda hanya tyersenyum melihat anak gadisnya yang tersenyum malu.


Seperti malam-malam biasanya keluarga PRATAMA makan malam di ruang tamu. Ayah, bunda dan ka farid sudah siap di meja makan. Tinggal nunggu dinda. Tak lama kemudian dinda turun dari kamarnya.
      “ dasar anak cewe ribet betul” kata ka farid yang melihat dinda turun dari tangga.
      “ apaan sih kaka ini???”kata dinda.
      “ ye kaka tau pasti kamu lagi jatuh cinta ya???” kata ka farid menggoda adek semata wayangnya.
      “ tadi sore bunda sekarang kaka. Apaan sih siapa yang lagi jatuh cinta”  Kata dinda sambil membuka piringnya.
      “ sudah-sudah makan dulu kata ayah yang paling ngga suka kalau ada keributan di meja makan. Keluarga PRATAMA adalah keluarga kolongmerat. Keluarga yang sangat harmonis. Keluarga mereka diajari saling menyayangi dan saling melindungi terutama terhada saudara sendiri. Walau dinda dan farid sering kelahi tapi sebenernya mereka saling menyayangi.


Hari ini dinda masuk sekolh seoerti biasanya. Dia berjalan dengan sahabat-sahabatnya menuju kantin tempat faforit mereka kalau lagi istirahat. Dinda dan teman-temannya memesan bakso dan es jeruk. Mereka duduk di tempat paling ujung.
      “ boleh gabung” kata riki yang masih berdiri di samping dinda.
      “ iya, boleh” kata dinda singkat.
      “ ohya din, lo adeknya farid ya???” Tanya riki.
      “ ea, emang kenapa???”
      “ ga Cuma Tanya aja”
      “ ohya selamatya kemarin  tim lo menang” kata dinda lagi.
      “ iya makasih ya din. Berhubung kemarin kelas gue menang gue mau tlaktir kalian, mau ngga???”
Bela yang lagi menikmati baksonya langsung tersedak.
      “ sabar bel” kata vita sambil ketawa melihat temannya yang satu ini. Kalau masalah makanan bela nomer satu apalagi gratisan.
      “ minum duku bel !!!”  kata riki yang ikut ketawa.
Bela segera meminum es jeruknya. “ beneran rik lo mau nlaktir kita???” Tanya bela memastikan. Dia masih ngga percaya sama pendengarannya.
      “ ia bener gue mau nlaktir kalian. Tapi kayanya ada satu orang yg ngga gue tlaktir takut duit gue kurang” jawab riki menggoda bela.
      ‘ ea emang tuh rik, low lo nlaktir bela bisa-bisa bangkrut . lo tau sendiri kan porsinya bela” kata lisa yang ngga mau kalah ngegoda bela. Bela yang emang super  rakus langsung cemberut.
      “ ngga ko bel gue becanda” kata riki lagi. Mereka berlima saling bercanda ria. Ternyata riki selain cool abis dia juga gokil abis. Dia mampu membuat dinda and the geng ketawa. Emangsih baru kemarin dinda dekaet sama riki tapi sekarang dia ngerasa kalau dah deket.
      “ ohya duluan ya, gue ada janji sama anak-anak basket” kata riki setelah menyelesaikan makannya.
      “ ya rik, sering-sering aja lo menang main basket biar kita sering makan gratis” kata bela yang masih mengunyah bakso.
Riki hanya ketawa. Dia segera meninnggalkan geng dinda. Dia menuju ke kasir kantin dan membayar semua makanan yang di makannya dan yang di makan teman-teman dinda.
      “ gila ternyata riki baik and gokil abisya. Kata vita setelah melihat riki pergi.
      “ ea ya gue kira riki tuh orangnya ngebosenin, tapi t ernyata seru juga ya low ngobrol sama riki. Kata lisa menambahkan.
      “ baru tau ya kalian” kata dinda yang ga kalah semangat di banding lisa dan dinda.

                                                                  
Bel pulang pun berbunyi. Dengan wajah cerah anak-anak smu harapan bangsa keluar dari kelas masing-masing. Termasuk di antaranya dinda dan kawan-kawan. Mereka seperti biasa ngumpul di taman depan sekolah. Mereka nunggu jemputan masing-masing. Satu persatu teman-tema dinda meninggalkan sekolah. Hari ini ka farid pulang aga telat dia ada urusan sebentar, jadi dinda harus nunggu ka farid. Sebenernya sih dinda males nunggu ka farid tapi kan yang bawa mobil ka farid jadi dia harus nunggu.
      “ eh din ko sendirian aja” kata riki membuyarkan lamunan dinda.
      “ ea nih, lagi nunggu ka farid” jawab dinda.
      “oooww,boleh gue temanin”
      “ boleh-boleh” kata dinda yang seneng banget waktu itu. Dia sudah berusaha menahan rasa senangnya itu tapi kayanya masih kelihatan deh. Dinda ngga bisa ngebayangin mukanya waktu itu. Pasti merah banget.
      “tau ngga sih din sebenarnya gue takut banget sama kakak lo”
      “ takut kenapa???”
      “ ya semenjak kejadian ka irvan di hajar ma kakak lo itu”
      “ ko lo tau ???” kata dinda bingung. Dia ngga mau sampai riki ngga mau deket ma dia lagi .
      “ gue ada di sana pas kejadian itu. Kakak lo pinter bela diri ya din???” tanya riki.
      “ ooow, ya lo ga usah takut sama dia, dia sebenernya baik ko. Ea ka farid  dah belajar bela diri semenjak sd” Kata dinda berusaha meyakinkan riki.
      “ YA gue tau ko din, low sebenernya kakak lo berusaha ngelindungin lo aja dari godaan cowok-cowok iseng and jail” Kata riki sambil ketawa.
      “ bisa aja lo rik ” kata dinda sambil ketawa juga.
      “  ya tapi kan bener din. Gue yakin dia ngelakuin ini semua karena dia sayang sama lo. Low gue jadi ka farid pasti gue bakalan ngejagain lo ekstra, low punya adek secantik lo din” Kata riki sambil ketawa.
      “ Gaya mu rik” kata dinda tersipu malu.
      “ beneran din, siapa coba yang ngga khawatir sama adek secantik lo” Kata riki lagi yang buat dinda ngga bisa berkata apa-apa. Dia begitu senang dengan apa yang di katakan riki. Dia berharap cintanya ngga bertepuk sebelah tangan.  Coba kalian liat mukanya dinda sekarang merah banget tuh kaya kepiting rebus. Jedi tambah ngegemesin aja.
      “pulang yuk din” kata ka farid mengagetkan dinda. Tapi dinda bersyukur ka farid bisa datang tepat waktu.
      “ sing ka, kakaknya dinda ya???” tanya riki.
      “ ea. Lo temannya dinda ya”
      “ ea ka. Kenalin gue riki” kata riki sambil mengulurkan tangan.
      “ farid, awasya lo ganggu ade gue” kata farid sambil ketawa.
      “ tenang bos gue ngga bakal ganggu putri keong bos ko. Gue malah bakal ngejagain putri keong ini sampai titik darah penghabisan” kata riki membalas candaan farid.
      “ bisa aja lo rik” kata farid sambil menepuk bahu riki. Dinda heran ko tumben ka farid dekat sama teman cowonya. Biasanya ka farid bersikap dingin sama temen-temen cowonya. Ya mudah-mudahan ka farid ngerestuin hubungannya sama riki. Sebuah permulaan yang bagus batin dinda. Hehehe, dinda kepedean tuh, kan dia belum tau low riki suka sama dia apa ngga. Ngarep dia. Hehehe.
      Akhirnya farid dan dinda pulang bersama. Mereka nyampai rumah sekitar jam 16.00 wib. Setelah itu mereka langsung mandi.

TIGA BULAN KEMUDIAN.
Hari ini adalah hari yanh sangat menegangkan untuk anak-anak smu di seluruh indobesia. Karena hari ini adalah hari pengumuman. Apakah mereka lulus atau ngga. Termsuk diantaranya anak-anak smu harapan bangsa. Hari ini ank-anak smu harapan bangsa dikumpulkan di lapangan. Seperti biasanya mereka diberi pengarahan dan masukan agar para siswa mampu menerima hasil ujian dengan lapang dada. Dan guru akan tetep memberi motifasi kepada siswa siswinya yang belum berhasil. Siswa di harapkan tidak putus asa.
      Pa Dewantara selaku kepala sekolah akan memberikan sepatah dua patah untuk para murid-muridnya.
      “ selamat pagi anak-anak” kata pa Dewantara.
      “ pagi pak” kata anak-anak dengan suara yang tak bersemangat.
      “ ko pada lesu ghini sih, semangatnya mana??? Bapak ulangi sekali lagi. Selamat pagi anak-ank” kata pa dewantara lantang.
      “ pagi pak” jawab anak-anak sedikit lebih bersemangat.
      “ sebelumnya bapak ucapkan banyak terimakasih atas partisipasi dan kerja sama kalian terhadap sekolah kita ini. Bapak bangga atas prestasi yang kalian berikan terhadap sekolah kita ini. Biarpun kalian bukan anak bapak tapi bapak sudh menganggap kalian seperti anak bapak sediri. Keberhasilan kalian adalah keberhasilan kami dan kegagalan kalian adalah kegagalan kami.
      Bapak selaku kepala sekolah mewakili guru-guru yang lain minta maaf atas kesalahn yang telah kami perbuat. Semua yang kami lakukan semata-mata untuk kebaikan kalian. Kami menginginkan kalian kelak bisa menjadi orang yang sukses, sukses dunia dan akhirat. Kalian mampu menjadi panutan dan conto bagi yang lainnya.
      Di kesempatan kali ini bapak ucapkan terimakasih kepada anak-anak yang telah berhasil. Tapi yang belum berhasil kami harap kalian tetap semangat dan tegar. Karena sesungguhnya kegagalan bukannya akhir dari semuannya. Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda.
      Kami selaku pihak sekolah sudah berusaha memberikan yang terbaik buat kita semua. Tapi kita hanya bisa berusaha dan tuhan lah yang menentukan. Walau bapak sedikit kecewa atas hasil kalian kali ini tapi bpk tetap bangga atas kerjakeras dan kerja sama kalian.
      Pa dewantara berhenti sejenak. Anak-anak mulai gelisah. Mereka tak sabaar menunggu hasil ujian mereka. Mereka teringat kata-kata pa dewantara tadi bahwa beliau sedikit kecewa dengan hasil tahun ini. Pikiran mereka sudah ngga karuan. Mereka takut kalau mereka ngga lulus.
      “ ya hasil ujin tahun ini menyatakan,,,,”kata pa dewantara berhenti lagi. Anak-anak tegang semua.
      “ 100% lulus. Bapak ucapkan selamt buat kalian”  kata pa dewantara sambil bertepuk tangan. Kata pa dewantara yang membuat anak-anak kaget. Rasa takut mereka sirna sudah. Betapa senengnya mereka. Termasuk diantaranya farid dia tak menyangka kalau dia bisa lulus. Padahal dia kemarin banyak yang ngga bisa.
      Farid langsung meninggalkan lapangan dia mau mencari adik tercintanya. Dia menemukan dinda lagi dikantin bersama ketiga temannya dan dion.
      “ selamat ya ka” kata dinda setelah melihat  farid duduk di sampingnya.
      “ ea din” kata farid. “ ohya untuk merayakan kelulusan gue  kalian gue tlaktir” kata farid pada ketiga sahabat dinda dan dion.
      “ beneran nih” kata dinda.
      “ bener” kata farid. Belum sempet  farid memesankan makanan tiba-tiba hp farid berbunyi, farid seger mengangkatnya. “ ea kenapa?? Ya gue ke sana sekarang”
      “ kenapa ka???” tanya dinda kecewa.
      “ kita suruh kekelas. Tapi tenang gue tetap jadi nelaktir kalian ko” kata farid seakan dia tau perasaan dinda. Farid segera mengeluarkan uang 3 seratus ribuan da dia segera pergi.  Mereka asik menikmati makanan yang sudah mereka pesan.


      Hari ini anak-anak SMU harapan bangsa ngga belajar seperti biasanya. Mereka semua merayakan kelulusan anak-anak kelas tiga.
      “ din”  teriak riki.
      “ eh, lo rik” jawab dinda.
      “ tumben sendirian???” tanya riki.
      “ ea nih anak-anaknya ngga tau ngilang ke mana???”  jawab dinda.
      “ ohya din nanti malam ada acara ngga???” tanya riki.
      “ ngga ada, kenapa???”
      “ nonton yuk!!!” ajak riki.
      “ ghimana ya, sebenernya tadi dion juga ngajakin gue nonton tapi gue tolak rik. Kan ngga enak sama dion low gue malah nonton sama lo rik. Sory ya rik” kata dinda.
      “ oow jadi dion tadi ngajak nonton lo juga.
      “ ia. Sory ya rik” kata dinda lagi. Dia meliht ada nada kecewa dari nada bicara riki.
      “ ya sudalah ga papa din. Sebenernya ada yang mau gue bicarain sama lo” kata riki ragu.
      “ ya ngomong aja sekarang” jawab dinda.
      “ ngga bisa low di sini” jawab riki.
      “ emang mau ngomongin apa sih rik, ko kayanya serius”
      “ ada deh din, gimana low besok malam aja. Gue mau nunjukin lo suatu tempat yang indah banget. Gue harap lo suka sama tempatnya”
      “ emang tempat apaan rik???” tanya dinda penasran.
      “ ada deh din. Tapi lo bisa ngga besok malam. Low ngga bisa ngga papa ko din. Gue ngga maksa ko.
Tiba-tiba dion memanggil dan riki.
      “ din, rik” kata dion. Muka riki terlihat sebel abis.
      “ eh lo yon. Dari mana nih???” tanya dinda.
      “ tadi abis latihan sama ank-anaknya. Ohya besok sore ada lomba basket  tim gue sama anika kartika. Lo bisa ikut ngga???” tanya dion.
      “ gimana ya yon. Gue besok ada acara” kata dinda.
      “ ya udah loe gitu din, ngga papa ko” jawab dion.
      “ sory ya yon. Kata dinda.
      “  ia ngga papa”


      Malam yangbegitu indah, malam yang penuh dengan kilauan bintang. Dinda duduk santai di balkon rumah dia bingung dengan keadaan ini. Sejak 3 bulan yang lalu riki dan dion begitu dekat dengannya. Mereka begitu baik dan perhatian. Maik riki maupun dion mereka sama-sama baik. Mereka sama-sama keren.dinda bingung kenapa dia harus dihadapkan dengan keadaan ini. Emangsih selama ini dinda suka sama riki tapi dia juga ngga mau ngebuat dion kecewa. Dia juga ngerasa sekarang dia semakin dekat sama dion apalagi semenjak kejadian sebulan yang lalau. Dian menolong bunda. Dia menyelamatkan bunda dari mobil yang melaju tak punya aturan. Sejak saat itu dion menjadi lebih dekat sama dia dan keluarganya. Walau dia begitu baik tapi dia ngga bisa ngebohongi perasaannya. Dia selama ini hanya suka sama riki. Dia merasa lebih nyaman dan bahagia bila dia dekat sama riki. Riki juga sering main ke rumah dinda.
      Riki dan dion adalah pilihan yang sangat berat bagi dinda. Dinda kegeeran tuh, padahal riki ma dion belum ada yang menyatakan cinta sama dia. Maklumlah low dinda kegeeran dia mendapatkan perhatian yang berlebihan dari kedua cowok keren.
      “ din” teriak vita membuyarkan lamunanan dinda.
      “ apaan lo sih vit. Bikin kaget aja. Ketuk pintu dulu ke” kata dinda sebel dia kaget bukan main.
      “ dari tadi gue dah ketuk pintu, coba lo liat tangan gue sampai merah gini” kata vita sambil menunjukan tanganya sama dinda. Vita dari tadi dah ngetuk pintu kamar dinda. Tapi ngga ada sautan karena sebel jadi dia nyelonong masuk aja.
      “ sory vita sayang. Cup cup kata dinda mgeledek vita” vita hanya tersenyum mendengar ocehan sahabatnya.” Ko tumben ke sini ngga ngasih kabar???”
      “ gue lupa ngasih kabar lo din. Rencananya gue mau nginep di sini din. Bokap ma nyokap goe ada urusan mendadak. Jadi dia harus ke luar kota” kata vita menjelaskan panjang lebar.
      “ oow, jadi lo mau tidur sama gue” kata dinda sambil berdiri sambil memperagakan seolah-olah dia pelayan hotel.
      Vita tertawa terahak-bahak melihat kelakuan sahabatnya yang satu ini.” Cocok lo din” kata vita sambil menahan tawanya .
      Mereka berdua saling ketawa. Akhirnya mereka masuk kekamar dinda. Mereka bergegas untuk tidur. Tapi dasar cewek bukannya tidur malah ngerumpi.
      “ ohya din gue perhatiin akhir-akhir ini lo deket ama riki and dion” kata vita.
      “ ya gitu deh vit”
      “ lo beruntung banget deh din bisa deket sama mereka berdua. Cowok-cowok keren, baik, tajir pula. Coba gue jadi lo, pasti gue pacarin dua-duanya”
      “ ye, maruk sih lo vit”
      “ kan sayang din low satu aja, emang lo ngga bingung apa milihnya. Low lo milih dion  nih kan sayang riki. And sebaliknya gitu”
      “ tapi kan vit, cinta itu ngga mandang cakep, keren, tajir atau apalah itu. Cinta itu datangnya dari hati. Jadi cinta sejati ngga boleh ngehianati atau menyakiti. Cinta itu apa adanya bukan ada apanya. Ngga kaya lo vit” kata dinda seakan-akan dia pakar cinta.
      “ gaya mu din din” jawab dinda lagi.
Akhirnya dua sejoli itu terlelap.

      Seperti yang telah di sepakati oleh dinda dan riki, malam ini mereka akan berkunjung ke tempat yang telah di rencanakan oleh riki. Sekitar jam tujuh dinda sudah beradandan rapih. Dinda terlihat lebih rapih dan dewasa dengan gaun yang di pakainnya.
      Ayah, bunda dan ka farid aja sampai kaget ngeliat penampilan dinda malam ini. Tumben anak gadisnya malam ini berpenampilan kaya gitu. Ayah ,bunda dan ka farid saling bertatap-tatapan ngelihat penampilan dinda. Mereka bahagia ngeliat dinda begitu bahagia.
      Ngga lama kemudian bel pun berbunyi. Bi ijah membukakan pintu dan mempersilakan riki masuk. Riki segera masuk. Dan kedua orng tua dinda serta farid segera masuk  ke ruang tamu.  Mereka penasran siapa sih yang sebenarnya mau jalan sama dinda. Dia mampu membuat dinda menjadi seperti ini.
      “ eh om, tante, ka farid” kata riki setelah melihat keluarga dinda berada di ruang tamu.
      “ oh nak riki” kata ayah dinda.
      “ ohya om tante dinda boleh ngajak jalan dinda ngga???” tanya riki.
      “ ea, ngga papa rik. Asal jangan malam-malam ja pulangnya.  Kata bunda.
      “ ea tante” jawab riki sopan.
      Tiba-tiba dinda turun dari kamarnya. Semua makhluk hidup yang ada di ruang tamu dinda terpana melihat dinda penampilan dinda malam ini. Terutama riki dia sampai ngga bisa mengedipkan matanya.
      “ yah, bun dinda pergi dulu ya” kata dinda berpamitan.
      “ kamu itu ya din ga pamit sama kakak kamu apa???” tanya ka farid sambil menarik tangan dinda.
      “ ea kakak sayang, dinda pergi dulu ya” kata dinda sambil ketawa.
      Akhirnya mereka pergi ketempat yang emang bener-bener indah. Dinda ngga bisa menceritakan keindahan tempat itu. Taman yang berada di tengah danau. Taman yang dikeliling bermacam-macam bunga. Taman ini dihiasi oleh lilin-lilin listrik yang berbentuk hati dan bertulisan huruf R love D. setelah duduk riki menyalakan lilin tersebut.
      Dinda begitu terpana melihat pemandangan ini semua. Daan tak menyangka kalau ternyata riki begitu romantis. Semua yang riki lakukan begitu sempurna.
      “ keren Rik  “ kata dinda.
      Ya ini semua gue siapin buat elo Din. “ kata Riki . dia bingung mau ngomong apa lagi. Maklum biar keren – keren begini Riki belum pernah punya cewe. Emang sih selama ini baanyak cewe yang menyatakan cinta sama dia, tapi satu pun nggak ada yang Riki terima .
      “ apaan sih lo ini Rik??? “ kata Dinda bingung. Padahal dia sebenarnya seneng banget.
      “ sory yah Din , sebenarnya gue mau ngomong dari dulu tapi gue gak berani” kata Riki terputus. Dinda hanya diam seribu bahasa .
      “gue sayang sama elo Din, “ kata Riki lagi.
      “ apa ??? “ kata Dinda kaget.
      “ iya Din, gue sayang sama lo. Sebenarnya dari pertama gue liat tuh waktu masih kelas satu dulu, gue dah suka sama lo, tapi gue takut ngedekati elo semenjak kejadian ka Irvan. Akhirnya gue beraniin deketin elo tiga bulan  yang lalu karena hati gue sakat saat lo deket sama cowok lain”
      “ apa?? Jangan becanda eh lo rik” seru dinda.
      “ gue serius. Pasti lo ngga nyadarya kalau selama ini gue ngedeketin lo. Ya maklumlah gue emang ga jago ngedeketin cewek.
      Jantung dinda berdegup lebih kencang. Apa ngga salah nih yang gue dennger? Pikirnya. Riki suka sama gue. Cowok yang selama ini dia suka ternyata suka juga sama dia. Dia bersyukur kalau ternyata cintanya ngga bertepuk sebelah tangan.
      “ terus???” tanya riki.
      “ terus apa rik???” tanya dinda pura-pura bego. Padahal dia udah tau apa maksud riki.
      “ terus gimana perasaan mu sama aku???” tanya riki.
      “ aku juga suka sama kamu  rik”
      Riki tersenyum lebar. Dia begitu bahagia mendengar jawaban dinda tadi. Dia ngga nyangka kalau ternyata dinda juga suka sama dia. Dia mendekati dinda dan memeluk dinda.
      “ makasih ya din. Aku  sayang sama kamu. Aku  harap kamu bisa bahagia bila sama aku. Aku janji akan ngejaga kamu din.
      Malam ini adalah malam yang terindah bagi mereka berdua dimana dua hati saling menyatu. Perasaan ini adalh perasaan yang baru di rasakan oleh riki. Walau ini bukan yang pertama bagi dinda tapi dinda juga ngerasa seneng banget.
      Dinda dulu pernah punya cowok dia begitu sayang sama cowoknya itu. Hubungannya udah berjalan selama dua tahun. Tapi sayang takdir berkata lain hubungan merika harus terpisah. Hubungan mereka harus dipisahkan oleh maut. Ternyata cowok dinda kecelakaan dan kecelakaan itu merenggut nyawa cowok dinda. Semenjak kejadian itu sudah dua tahun lebih dinda belum bisa menerima kehadiran cowok lain.  Dan akhirnya malam ini, malam minggu 17 september 2011 dinda menjalin sebuah hubungan dengan laki-laki yang dia sayang. Dia berharap hubungan mereka bisa kekal abadi.


      Sore ini riki ke rumah dinda.
      “ dari mana sayang, ko tumben sore-sore gini kesininya???” tanya dinda.
      “ dari rumah lah yank. Abisnya hari ini kan libur. Aku kangen sama kamu sayank. Padahal baru sehari ngga ketemu kamu yank ko udah kangen banget ya???” kata riki sambil memandang ceweknya.
      “ gombal ah rik” kata dinda tersipu malau.
      “ bener sayank. Emang kamu ngga kangen apa ma aku???” tanya riki cemberut.
      “ jangan cemberut gitu dunk sayank. Aku juga kangen sama kamu ko sayank. Yaudah masuk  yank”
Dinda dan riki segera masuk ke ruang tamau. Dinda segera mengambil dua buah jus dan memberikannya kepada riki.
      “ lagi ngapain nih yank???” tanya riki.
      “ lagi beresin kamar. Abisnya kamarnya berantakan banget”
      “ ohya kemarin ulangannya gimana?? Bisa ngga sayank??” tanya riki.
      “ siapa dulu dinda. Bisa dunk kan sayank yang ngajarin kemarin” kata dinda.
      “ ye, siapa dulu gurunya RIKI. Pasti bagus nilainya” kata riki tak mau kalah.
      Riki dan dinda ngobrol cukup lama. Ngobrolnya asik banget, sampai tawa mereka memenuhi ruangan.
      “ wah, ngobrolnya asik banget nih???” tanya bunda yang tiba-tiba muncul. “ din kuenya di bawa kesini dunk”
      “ sore tante, maaf nih tante jadi ganggu”
      Bunda tersenyum menandakan bunda ngga ngerasa terganggu.
      Banyak sekali yang mereka bicarakan. Akhirnya mereka menghela nafas, sepertinya obrolan mereka memerlukan banyak tenaga. Mereka terlihat begitu bahagia saat bersama.


      Pagi-pagi seperti biasa keluarga dinda sarapan di meja makan. Ruang makan keluarga dinda cukup luas dan nyaman. Miniatur ruangan itu adalah miniatur japan dan semua barang-barang yang di sana adalah barang-barang asli japan.
      “ seneng banget lo keliatnya din???” tanya ka farid yang melihat adik semata wayang senyum-senyum sendiri dari tadi.
      “ ngga papa ka. Biasa” jawab dinda.
      Tiba-tiba bi ijah datang.
      “ maaf non, ditunggu sama den riki di depan”  kata bi ijah.
      “ ohya  bi. Yah, bun, ka dinda berangkat dulu ya” kata dinda sambil mencium tangan kedua orang tuanya. Dinda segera ke depan menuju riki. Sudah satu minggu mereka jadian. Dan udah menjadi rutinitas riki untuk menjemput kekasaih tercintanya.
      Riki sudah siap menjemput dinda di depan mobil, setelah melihat dinda riki segera membukakan pintu mobilnya.
      “ pagi sayank” kata riki sambil membukakan pintu.
      “ pagi juga sayank” riki dan dinda segera segera masuk mobil.
Riki menjalankan mobilnya dengan santai.
      “ tadi malam tidur jam berapa yank???” tany riki.
      “jam 10 dah tidur ko yank, sayank sediri tidur jam berapa???” tanya dinda.
      “jam 11”
      “ malam betul” kata dinda mengerutkan dahinya.
      “ sayank jangan marah ya!!!”
      “ kenapa???”
      “janji dulu jangan marah”
      “ apa dulu???” tanya dinda masih cemberut.
      “ janji dulu yank”
      “ ea, apa???” tanya dinda penasaran.
      “sebenernya tadi malam aku ngga nemenin mamah. Tadi malam aku sama rizal cari ini buat sayank” kata riki sambil sambil melihatkan cincin perak. Dia memesan cincin itu satu pasang. Dan di  cincin itu ada inisial hruf R love D.
      “ kenapa sayang ngga ngomong???” Tanya dinda.
      “ kan sekarang udah ngomong”
      “ ko tadi malam bohong sih yank???” kata dinda ceberut.
      “ kan sekarang udah ngomong yank. Sayank ngga marah kan???” tanya riki sambil memegang tangan dinda.
      “ ngga yank. Tapi lain kali sayang low mau kemana-mana ngomong sama aku. Emang sayang anggap aku apa???” tanta dinda masih cemberut.
      “ sory yank. Kan low ngomong nanti ngga jadi surprise yank. Hehehe “
Riki memasangkan cincinnya di tangan dinda sambil membisikan.” Riki sayank dinda” dinda hanya tersenyum . dia begitu bangga punya pacar kaya riki. Dia begitu perhatian, romantis dan pengertian.

     
      Bel istirahat pun berbunyi. Dinda langsung pergi  tanpa mempedulikan pandangan heran dari ketiga sahabatnya. Dia ingin minta penjelasan sama riki. Apa maksud semua ini. Dengan langkah tergesa-gersa dinda menuju lapangan basket dimana biasanya riki pada saat jam istirahat.
      “ kemana sih riki” gumam dinda. Dia ngersa capek dari tadi nyari riki ngga ketemu-ketemu. Setelah capek dinda putus asa, dia segera menuj ke kelas dengan wajah bt.
      “ lo itu kenapa sih din???” tanya vita heran melihat kelakuan sahabatnya yang satu ini.
      “ ngga, gue ngga papa ko vit” kata vita.
      “  ohya din nie hasil ulangan lo. Tadi baru di kasih sama bu leni” kata lisa sambil menyodorkan kertas ulangan dinda.
      “ oh, bagus ya nilai gue” kata dinda masih ngga semangat.
      Sesaat vita terdiem. Dia memikirkan sesuatu ada yang aneh sama sahabatnya. Sepertinya ada yang disembunyikan oleh dinda.
      “ lo kenapa sih din??” tanya vita.
      “ apa???”
      “ seharusnya kan lo seneng dapet nilai 9 di pelajaran metik. Itu suatu keajaiban buat lo din. Tapi ko lo ngga senangsih keliattannya. Ngga biasanya gitu. Lo ada masalah???”
      “ masa sih, lo aja kali yang ngerasa kaya gitu’
      “ bukan Cuma vita din, gue sama bela juga ngerasa lo ada masalah” kata lisa.
      “ masa sih, gue ngga ada masalah ko” kata dinda.
      “  benerloh din kayanya ada sesuatu yang ngga lo ceritain ke kita. Setidanya dari tadi pagi sampai sekarang lo murung banget dan kebanyakan melamun saat pelajaran. Ayo donk cerita ke kita, kita kan sahabat lo din” kata vita.
      “ ngga tau deh”
      “  ko gitu aja sih ngomongnya. Plis dunk dinda” kata bela.
Dinda hanya terdiam dengan muka yang sangat sedih.
Vita menghela nafas kuat-kuat.” Lo kenapa din??”
      “ ngga tau vit gue bingung”
      “ bingung kenapa???”
      “ tadi malam ada cewek nelpon gue, dia ngaku kalau dia ceweknya riki. Dan dia ngancem gue supaya gue jangan ganggu riki lagi”
      “ tapi kan belum tentu itu ceweknya riki. Kenapa lo ngga telpon riki, lo tanyakan langsung sama dia???” kata lisa.
      “ itu dia, cewek itu nelpon pake nox riki. Ngga mungkin kan itu orang iseng. Gue yakin itu emang bener ceweknya riki”
      “  lo janagn sedih kaya gitu dunk din” kata vita.
      “ gue pengin tau dari kalian. Menurut kalian dia cweknya riki bukan????”
      “ kita juga ngga tau din. Din,,, yang pasti lo ngga boleh sedih kaya gini. Lo harus tetep menjadi dinda yang kita kenal dulu ceria dan selalu semangat.
      “ tapi untuk kali ini gue ngga bisa. Gue sakit hati benget. Kenapa sih cinta gue selalu aja begini. Di saat gue bener-bener mencintai  seseorang kenapa dia malah ninggalin gue dan nyakitin gue. Dulu rian  inggalin gue selama-lamanya dan sekarang riki”
      Dinda nangis dipelukan sahabatnya. Vita memeluk sahabatnya dengan perasaan iba. Dia masih ngga percaya sama pendengarannya. Ngga mungkin riki setega itu.
Ternyata dari tadi ada sepasang mata yang mendengar pembicaraan mereka.


      Dinda, bela dan lisa lagi di kantin seperti biasanya mereka low jam istirahat .Vita  ngga ikut dia lagi ada rapat osis. Mereka lagi nunggu pesanan mereka. Tiba-tiba hp dinda berdering, dia segera mengangkatnya.
      “ kenapa vit??”
      “ din, lo harus cepat ke sini”
      “ kenapa vit??” tanya dinda santai.
      “ riki kelai sama dion. Cepat lo kesini din”
      “ lo di mana sekarang???” tanya dinda mulai panik.
      “ gue ada di belakang perpus. Pokonya lo harus segera ke sini”
Tanpa pikir panjang lagi dinda segera menuju belakng perpus. Tapi sayang dinda terlambat datang riki dan dion sudah adu jotos. Dinda begitu terkejut melihat riki kena jotosan dion. Dion tak memberi ampun kepada riki.  Begitupun riki dia berusaha menghindar dari dion. Dion pun terkena pukulan maut dari riki. Bibir dion pun mengeluarkan darah. Mereka seakan-akan petinju yang udah hebat.
      “ SETOOOP” teriak dinda.” Apa yang sebenernya terjadi rik???” tanya dinda ke riki. Riki hanya terdiam.
      “  apa yang sebenarnya terjadi yon???” tanya dinda ke dion karena dia ngga mendapat jawaban dari riki.
      “ gue ngga mau aja ada orang yang nyakiyin lo din. Dan selama lo di jadiin bahan taruhan sama riki. Gue denger  sendiri dia ngomong sama irvan”
      “ apa itu bener rik???” tanya dinda kepada riki. Riki hanya terdiam.
      “ jawab!!! Kenapa diam??? Apa maksud lo rik???” tanya dinda sambil menahan tangisnya.
      “ gue bisa jelaskan” kata riki. Tapi riki ngga sempet nerusin omongannya karena dinda keburu pergi.
Riki segera ngejar dinda.
      “ gue bisa ngejelasin ini semua din”  kata riki setelh mensejajarkan langkahnya sama dinda. Dia memegang tangan dinda. Dinda berusaha melepaskan tangan riki.” Lepas “ teriak dinda.
      “ tapi dengerin penjelasan gue dulu sayang” kata riki yang udah bersujud si hadapan dinda.
      “ gue dah tau semua. Gue ngga butuh penjelasan lo rik. Dan inget jangan pernah panggik gue sayang lagi, gue ngga sudi lo panggil gue sayang” kata dinda sambil berlari. Hatinya lebih sakit saat dia mendenger riki selingkuh. Ternyata riki cowok berengsek yang bisanya hanya mempermainkan wanita. Bayangkan kalau seandainya kalian di jadikan bahan taruhan.

      Hari ini adalah hari yang sangat menyedihkan bagi dinda. Dia harus menerima kanyataan bahwa riki telah mempermainkannya.  Selama ini riki hanya berpura-pura mencintainya. Rkik…riki.. kenapa sih kau tega ngelakuin ini semua ke gue.  Gue ngga habis pikir lo setega itu. Apa maksud  semua ini rik. Apa salah gue rik?? Gue ngga bisa terima ini semua rik. Batin dinda. Dinda masih ngga habis pikir ternyata ini semua ada sangkut pautnya sama irvan.  Dinda maklum sama irvan mungkin irvan masih dendam sama dia. Terus apa hubungannya sama riki.
      “ din” kata suara dari luar. Dinda yakin itu suara ka farid. Dia hanya diam. Dia malah menarik selimutnya dan pura-pura tidur. Dia ngga mau sampai ka farid tau semua.
      “ din, kakak masuk ya??” kata farid sambil membuka pintu.” Kakak bawa kue kesukaan mu”  kata ka farid lagi. “ ko tumben sore-sore  gini lo tidur din” tanya ka farid heran, tumben adiknya yang satu ini tidur sore-sore gini. ‘Pasti dinda belum mandi’ batin farid.
      “ din bangun, mandi” kata farid. Dinda hanya membalikan badan.
      “ kakak bawa kue kesukaan mu din, banggun!!!” kata ka farid lagi.
      “ ea ka taruh aja. Tar lagi dinda bangun. Dinda kecapean ka tadi abis ada acara”  kata dinda pelan. Setelah mendengar semua itu ka farid segera keluar dari kamar dinda.  Dinda senang ka farid percaya atas semua kebohongannya.


      Hari-hari yang di alami dinda kini semakin membosankan. Dinda kini  kini tak seceria dulu lagi. Kini dia lebih banyak murung.  Teman-temannya aja sampai heran, dinda yang biasanya selalu membuat  teman-temannya tertawa tapi kini dia tak mampu membuat dirinya tertawa.  Vita, lisa dan bela sebagi sahabat dekat dinda sangat prihatin dengan kondisi dinda sekarang. Dinda seperti dulu sewaktu di tinggal  meninggal rian. Hari-harinya penuh dengan kesedihan. Dinda masih ngga habis pikir kenapa riki bisa tega ngelakuin ini semua. Padahal selama ini riki begitu baik dan perhatian sama dia tapi kenapa ternyata semua ini hanya pura-pura. Dan itu semua dia lakukan hanya karena “TARUHAN”  emang dinda cewek apaan. Riki pernah bilang ke lisa kalau semua itu ngga bener dan mau ngejelasin ini semua ke dinda. Tapi dinda ngga mau ngedenger penjelasan riki sedikitpun, dia takut malah tambah sakit hati.
      “ dinda” panggil bu ratih. Bu ratih dari tadi memperhatikan dinda ngga kosentrasi sama apa yang sedang di terangkan.
Dinda masih terdiam.
      “ dinda” panggil bu ratih sedikit lebih lantang. Vita yang sebangku sama dinda segera menyenggol dinda. Dinda yang sedang melamun kagrt.” Kenapa???” tanya dinda tanpa merasa bersalah.
      “ lo di panggil sama bu ratih tuh” kata vita sambil berbisik-bisik.
      “ dinda, kamu dai tadi ibu liat ngga memperhatikan ibu. Apa yang sedang kamu pikirkan???”  tanya bu ratih guru bahasa jepang. Dia begitu berwibawa dan tegas. Tapi sebenarnya bu ratih baik dan perhatian.
      “ saya lagi ngga enak badan bu” kata dinda.
      “ yaudah kalau kaya gitu kamu sekarang mending istirahat di uks saja”  kata bu ratih sambil mendekati dinda dan memegang dahinya. Dan ternyata panas.
      “ biar saya yang nganterin dinda bu” kata vita sambil berdiri. Bu ratih menganggukan kepala. Vita segera mengatarkan dinda ke uks. Dia khawatir dengan keadaan dinda.
      “ lo kenapa din???” tanya vita cemas.
      “ gue ngga papa vit, paling Cuma kurang istirahat” jawab dinda lirih.
      “ gue lihat akhir-akhir ini lo sering melamun. Gue tau din lo masih ngga terima kenyataan ini. Tapi gue ngga mau ngeliat lo terus-terusan kaya gini. Gue kangen dinda yang dulu” kata vita sambil duduk di kursi samping ranjang dinda.
      “  gue juga ngga tau vit” kata dinda lagi.
      “ din lo harus tunjukan ke riki kalau lo tetep saja seperti dinda yang dulu. Lo ngga bakalan berubah setelah semua ini terjadi. Kalau lo terus-terusan begini pasti  riki dan irvan seneng dia ngerasa berhasil’ kata vita menjelaskan. Dinda hanya terdiam melihat sahabatnya yang satu ini. Emangsih apa yang dikatakan vita bener  tapi dia ngga bisa ngelupain semua ini begitu saja.”  Gue tau din ini begitu berat bagi lo. Low lo butuh teman curhat, butuh sandaran untuk lo dan butuh seseorang  untuk ngeliat lo netesin air mata kita, gue, lisa dan bela selalu ada buat lo din. Kita selalu ada buat lo din dimana aja dan kapan aja lo butuhkan” kata vita sambil memegang tangan sahabatnya. Dinda hanya terdiam, dia begitu bahagia mempunyai sahabat seperti mereka.  Mereka selalu ada buat dia.


      Bel pulang pun berbunyi. Anak-anak smu harapan  bangsa segera keluar dari kelas masing-masing. Keadaan luar kelas begitu ramai. Termasuk dinda dan vita mereka berjalan menuju lapangan parkir. Vita mau ngaterin dinda pulang. Dinda nunggu vita di depan gerbang. Tiba-tiba dinda melihat sosok yang sangat di kenalnya. Dan sosok itu segera mendekatinya.
      “ din, gue mau ngejelasin semua ini sama lo. Ini semua salah paham din” kata riki. Dinda haya terdiam. Dia ngga peduli riki mau ngomong apa. Dia udah janji pada dirinya sendiri untuk ngga peduliin riki lagi. Tiba-tiba riki mendekat ke dinda “ lo sakit din???” tanya riki khawatir. Dinda hanya terdiam.
      “ gue tau lo pasti marah banget sama gue. Tapi gue ngga mau ngeliat lo kaya gini apalagi sampai lo sakit. Gue harap lo mau ngedengerin gue. Gue sayang sama lo din. Gue,,,”
      “ SETOOO,  rik gue ngga butuh penjelasan lo. Gue ngga papa ko rik. Gue malah mau ngucapin terimakasih sama lo atas apa yang udah lo lakuin ke gue. Gue juga mau minta maaf sama lo kalau gue punya salah sama lo rik, gue juga dah maafin lo rik. Jadi mulai sekarang lo ngga usah ganggu gue lagi” kata dinda.
      “ tapi din gue ngga bisa,,,” kata riki terpotong.
Tit,,,tit,,,tit. Suara kelakson vita mengagetkan riki.
      “ gue pulang dulu” kata dinda menuju mobil vita. Riki hanya terdiam melihat orang yang begitu disayanginya pergi. Dia begitu sayang sama dinda. Dia ngga sanggup kalau harus kehilangan dinda.


      Dinda duduk termenung di balkon kamarnya. Hari ini tersa sangat berat dan menegangkan bagi dinda. Dia tak mampu melihat cowok yang begitu dia sayangi  yang kini telah membuat hatinya terluka. Selama ini apa yang dilakukan riki tak trlihat sebuah sandiwara. Selama ini apa yang dilakukannya terlihat tulus. Tapi kenapa itu semua hanyalah tipuan belaka.
      “  dinda” panggil bunda dari dalam kamar. Dinda segera menghapus air matanya. Dia ngga mau kalau sampai bunda melihatnya menangis. Dia ngga mau bunda khawatir.
      “ sayang. Di pangil ko diam aja sih” kata bunda setelah menemukan dinda di balkon kamarnya.
      “ eh bunda. Ngga denger bun”
      “ makan dulu nak. Tuh dah di tunggu ayah sama ka farid” ajak bunda.
      “  dinda masih kenyang bun. Tadi sore dinda habis makan sama anak-anak” jawab dinda bohong. Dia ngga selera makan. Abisnya setiap dia liat makanan yang terlihat hanyalah senyum licik riki dan irvan.
      “ beneran udah makan???” tanya bunda masih ngga percaya.
      Dinda hanya mengangukan kepala.
      “ kamu sakit din???” tanya bunda yang melihat anak gadisnya pucat.
      “ ngga ko bun. Paling Cuma kecapean aja. Bunda makan aja dulu gih kasian ayah sama ka farid nungguin”
      Bunda menganggukan kepala. Tapi di sisi lain bunda masih khawatir sama keadaan dinda. Ngga biasanya dinda selesu ini. Ada yang aneh sama anak gadisnya. Tapi bunda memaklumi kondisi anaknya. Bunda berharap dinda besok udah kembali seperti biasanya. Bunda ngga mau kalau sampai terjadi sama anaknya.


      Pagi yang cerah, dinda segera mengangkat tubuhnya dari ranjang tempatnya tidur. Dia akan segera mandi dan bersiap-siap untuk sekolah. Tapi kepalanya tak bisa di ajak kompromi, kepalanya begitu pusing dia hampir aja terjatuh tapi untung saja dia segera memegang tiang rabjangnya dan perlahan-lahan duduk di kasurnya. ‘ aku harus sekolah’ batin dinda. Dia berusaha untuk berdiri dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Tapi sayang usahanya sia-sia dia hanya bisa berjalan beberapa langkah dan akhirnya terjatuh.
      Bunda yang mau ngebangunin dinda kaget bukan main melihat dinda pingsan. Bunda teriak histerius sehingga membuat seisi rumah menuju ke kamar dinda. Ayah tak kalah panik melihat dinda tapi ayah segera mengangkat dinda ke ranjangnya.
      “ yah dinda kenapa???” tanya bundamasih panik.
      “ sabar bun, biar ayah telepon dokter heru duru” kata ayah sambil memencet no dokter  pribadi keluarga mereka.
      Bunda masih aja panik ngeliat dinda masih tak sadarkan diri. Farid hanya terdiam melihat adik semata wayangnya itu. Dia sepertinya sedang memikirkan sesuatu. Dia merasa akhir-akhir ini dinda  sering murung. Apa dia sedang ada masalah. Ya. Farid yakin pasti dindasedang ada masalah. Dia akan segera mencari tau apa yang sebenarnya terjadi. Dia ngga mau sampai terjadi apa-apa sama adiknya ini.


      Bel masuk pun berbunyi anak-anak smu harapan bangsa segera memasuki kelas masing-masing. Mereka sibuk menyiapkan buku-buku pelajaranya, termasuk diantara Vita and the geng .
      “ Vit dinda sakit apa sih ???” tanya Lisa sambil mengeluarkan buku bahasa Perancis. 
      “ Bilangnya sih tadi Cuma demam “ jawab Vita
      “ nanti kita ke rumahnya kan ??” Kata Bela.

      Vita dan Lisa menganggukan kepala, mereka prihatin atas keadaan sahabatnya. Kenapa ini semua bisa terjadi sama Dinda. Kisah cintanya selalu saja berakhir menyedihkan, cinta pertamanya yang dipisahkan oleh kematian dan sekarang di saat dia mau membuka hatinya untuk laki-laki lain, dia malah dijadikan bahan taruhan .
      “ lis, kamu kenal Riki dari SMP kan ???” tanya Vita.
      “ iya, emang kenapa ???” tanya Lisa
      “ menurut elo Riki orangnya gimana ???” tanya Vita lagi.
      “ maksud elo Vit ???”
     



Bersambung,,,,,


Pengikut

Dian's onion head Emoticon

http://www.emocutez.com http://www.emocutez.com http://www.emocutez.com http://www.emocutez.com
Get Free Music at www.divine-music.info
Get Free Music at www.divine-music.info

Free Music at divine-music.info
Free Angel Purple Cursors at www.totallyfreecursors.com